• INFO IKLAN
  • Redaksi
  • VISI dan MISI
  • Kode Etik Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
Kamis, September 24, 2026
bogorone.co.id
  • Login
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
bogorone.co.id
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
Bogor One
No Result
View All Result
Home ADVERTORIAL

Dari Singkong Menjadi Madu Analog, Inovasi Polbangtan Kementan Dorong Nilai Tambah Pangan Lokal

Redaksi by Redaksi
23 September 2026
in ADVERTORIAL
0
Dari Singkong Menjadi Madu Analog, Inovasi Polbangtan Kementan Dorong Nilai Tambah Pangan Lokal
298
SHARES
289
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BogorOne.co.id | Kota Bogor – Singkong selama ini dikenal sebagai salah satu komoditas pangan lokal yang mudah ditemukan dan relatif terjangkau. Namun, di tangan inovator Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, singkong tidak berhenti sebagai bahan pangan sederhana.

Komoditas tersebut dikembangkan menjadi madu analog berbasis fruktosa singkong, sebuah inovasi pangan alternatif yang memiliki karakteristik menyerupai madu alami.

Inovasi tersebut dikembangkan oleh Aminudin, dosen prodi Teknologi Mekanisasi Pertanian dari Polbangtan Bogor juga mahasiswa Jurusan Pertanian selama bulan Juni 2026.

Madu analog ini memadukan fruktosa singkong dengan jahe, kunyit, temulawak, dan ekstrak kangkung. Perpaduan tersebut menghasilkan produk dengan warna kuning keemasan, aroma herbal, rasa sangat manis, serta tekstur cair-kental yang menyerupai madu alami.

BERITA LAINNYA

Pastikan Gertam Serentak Berjalan Lancar, Direktur Polbangtan Kementan Cek Kesiapan Lahan dan Teknologi di Jambi

Pastikan Gertam Serentak Berjalan Lancar, Direktur Polbangtan Kementan Cek Kesiapan Lahan dan Teknologi di Jambi

23 September 2026
Government Visit Kementan Perkuat Peran Generasi Muda dalam Transformasi Pertanian

Government Visit Kementan Perkuat Peran Generasi Muda dalam Transformasi Pertanian

21 September 2026
DPRD Kota Bogor Apresiasi Relawan TPAS Galuga

DPRD Kota Bogor Apresiasi Relawan TPAS Galuga

21 September 2026
DPRD Kota Bogor Dorong Optimalisasi PAD dalam Perubahan APBD 2026

DPRD Kota Bogor Dorong Optimalisasi PAD dalam Perubahan APBD 2026

17 September 2026

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya meningkatkan nilai tambah hasil pertanian melalui inovasi dan pengolahan. Semangat tersebut sejalan dengan pengembangan produk pangan berbasis komoditas lokal yang dapat membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan pelaku usaha.

“Pertanian tidak berhenti pada kegiatan produksi di lahan. Kita harus mendorong hasil pertanian memiliki nilai tambah melalui inovasi, pengolahan, dan pemanfaatan teknologi. Ketika komoditas lokal dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi, maka manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh petani dan masyarakat,” ujar Amran dalam draft statement untuk rilis ini.

Madu analog berbasis fruktosa singkong memiliki kebaruan pada kombinasi bahan yang digunakan. Fruktosa singkong dipadukan dengan jahe, kunyit, temulawak, dan ekstrak kangkung untuk menghasilkan produk dengan karakteristik warna kuning keemasan, aroma dan rasa herbal, serta tekstur yang homogen dan kental.

Hasil uji organoleptik menunjukkan skor penerimaan sebesar 4,57 atau masuk kategori sangat suka, sementara aspek rasa memperoleh skor tertinggi, yakni 4,87. Dari sisi karakteristik produk, madu analog ini memiliki kadar sekitar 80°Brix.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan bahwa inovasi semacam ini menunjukkan pentingnya keterhubungan antara pendidikan vokasi, pengembangan teknologi, dan kebutuhan nyata di sektor pertanian.

Menurutnya, inovasi pengolahan hasil pertanian juga dapat menjadi bagian dari upaya mendorong petani dan pelaku usaha agar tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi mampu mengembangkan produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Dari sisi implementasi, teknologi pembuatan madu analog relatif sederhana. Proses dimulai dengan persiapan, pencucian, dan pencampuran bahan. Selanjutnya campuran dipanaskan selama kurang lebih 45 menit menggunakan api kecil untuk meningkatkan viskositas hingga memperoleh tekstur menyerupai madu.

Setelah proses pemanasan selesai, produk didinginkan dan kemudian dikemas dalam botol. Bahan yang digunakan terdiri atas fruktosa singkong, kangkung, kunyit, temulawak, dan air. Sementara peralatan yang diperlukan antara lain baskom, panci, saringan, kompor, pisau, talenan, sutil, botol, serta timbangan digital.

Kesederhanaan proses tersebut menjadi salah satu aspek yang menarik untuk dikembangkan lebih lanjut, khususnya bagi Teaching Factory Pengolahan Hasil Pertanian Polbangtan Bogor maupun petani dan pelaku usaha yang memanfaatkan singkong sebagai bahan baku pangan lokal.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Muhammad Amin, menilai inovasi pengolahan hasil pertanian dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat pembelajaran vokasi yang berbasis praktik.

Salah satu keunggulan madu analog ini adalah bahan bakunya relatif mudah diperoleh dan terjangkau. Produk juga tidak bergantung pada musim serta dapat meningkatkan nilai tambah singkong sebagai bahan pangan lokal.

Dokumen inovasi mencatat bahwa umur simpan produk diperkirakan mencapai enam bulan pada suhu ruang dalam kemasan tertutup. Angka tersebut merupakan estimasi sebagaimana tercantum dalam dokumen teknologi, sehingga pengujian umur simpan lebih lanjut tetap diperlukan untuk memastikan stabilitas produk pada kondisi penyimpanan yang berbeda.

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, mengatakan bahwa pengembangan inovasi berbasis komoditas lokal menjadi bagian dari upaya kampus untuk menghadirkan hasil pendidikan dan inovasi yang dapat memberikan manfaat nyata.

“Kami ingin Polbangtan Bogor tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pendidikan, tetapi juga menjadi ruang lahirnya inovasi pertanian yang dapat diterapkan dan memberikan nilai tambah. Madu analog berbasis fruktosa singkong ini menunjukkan bahwa komoditas lokal memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk pangan yang inovatif,” kata Yoyon.

Menurut Yoyon, keberadaan Teaching Factory Pengolahan Hasil Pertanian juga menjadi ruang penting untuk mempertemukan proses pembelajaran dengan praktik pengolahan produk pertanian.

“Mahasiswa perlu melihat secara langsung bagaimana bahan baku pertanian diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Dari proses tersebut mereka belajar mengenai teknologi pengolahan, kualitas produk, kreativitas, hingga peluang pengembangan usaha,” lanjutnya.

Madu analog berbasis fruktosa singkong menjadi gambaran bahwa inovasi pangan dapat dimulai dari bahan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Tidak hanya memanfaatkan singkong sebagai sumber bahan baku, inovasi ini juga mengkombinasikannya dengan berbagai bahan herbal seperti jahe, kunyit, temulawak, dan ekstrak kangkung. Hasilnya adalah produk dengan karakteristik yang berbeda dari olahan singkong pada umumnya.

Bagi Polbangtan Bogor, inovasi tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk terus mengembangkan pendidikan vokasi pertanian yang aplikatif, inovatif, dan berorientasi pada pemanfaatan potensi lokal. (Adv)

Tags: InovasiKementanMadu AnalogPangan LokalPertanianPetaniPolbangtanSingkongusaha tani

Related Posts

Pastikan Gertam Serentak Berjalan Lancar, Direktur Polbangtan Kementan Cek Kesiapan Lahan dan Teknologi di Jambi
ADVERTORIAL

Pastikan Gertam Serentak Berjalan Lancar, Direktur Polbangtan Kementan Cek Kesiapan Lahan dan Teknologi di Jambi

23 September 2026
Government Visit Kementan Perkuat Peran Generasi Muda dalam Transformasi Pertanian
ADVERTORIAL

Government Visit Kementan Perkuat Peran Generasi Muda dalam Transformasi Pertanian

21 September 2026
DPRD Kota Bogor Apresiasi Relawan TPAS Galuga
ADVERTORIAL

DPRD Kota Bogor Apresiasi Relawan TPAS Galuga

21 September 2026
DPRD Kota Bogor Dorong Optimalisasi PAD dalam Perubahan APBD 2026
ADVERTORIAL

DPRD Kota Bogor Dorong Optimalisasi PAD dalam Perubahan APBD 2026

17 September 2026
‎Ketua DPRD Kota Bogor Motivasi Mahasiswa Baru UIKA : Manfaatkan Kesempatan untuk Menuntut Ilmu ‎
ADVERTORIAL

‎Ketua DPRD Kota Bogor Motivasi Mahasiswa Baru UIKA : Manfaatkan Kesempatan untuk Menuntut Ilmu ‎

16 September 2026
Direktur Polbangtan Kementan Tegaskan Zero Toleransi Judi Online, Ajak ASN Jaga Integritas
ADVERTORIAL

Direktur Polbangtan Kementan Tegaskan Zero Toleransi Judi Online, Ajak ASN Jaga Integritas

10 September 2026
Next Post
Lapas Kelas IIA Cibinong

Di Balik Predikat WBK-WBBM Lapas Cibinong, Ombudsman Ungkap Dugaan Pungutan Rp150 Ribu

Discussion about this post

BERITA POPULER

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

9 April 2021
Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

8 April 2023
STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

30 Mei 2022
KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

16 September 2024
BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

16 Maret 2026

DARI REDAKSI

Gaptek! Gen Z Kesulitan Gunakan Printer dan Scanner

Gaptek! Gen Z Kesulitan Gunakan Printer dan Scanner

16 Maret 2023
Dorong Percepat Penurunan Stunting, Pj Bupati Perkuat Layanan Kesehatan

Dorong Percepat Penurunan Stunting, Pj Bupati Perkuat Layanan Kesehatan

29 Januari 2024
Febrie Adriansyah

Praperadilan Febrie Adriansyah Dimulai, Ini yang Akan Diuji

18 Agustus 2026
Pikap Bermuatan Beras

Pikap Bermuatan Beras Terguling di Tanjakan Cimandala Bogor

22 Januari 2026

Tentang Kami

bogorone.co.id

Selamat Datang di Bogorone.co.id,
Portal Berita yang dikelola oleh PT BOGOR ONE NET MEDIA - SK Kemenkumham RI
No. AHU-0072.AH.01.02.TAHUN 2016

Telah diverifikasi oleh

Dewan Pers

Sertifikat Nomor 1422/DP-Verifikasi/K/X/2025

Info Iklan – Redaksi – Visi dan Misi – Kode Etik Wartawan – Kode Perilaku Perusahaan – Pedoman Media Cyber – Kebijakan Privasi

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
', enable_page_level_ads: true });