BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Kerusakan bangunan SDN Babakan Cangkudu di Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, mengancam keselamatan guru dan siswa. Genteng berjatuhan, atap bocor, hingga plafon rusak menjadi gambaran kondisi sekolah yang memprihatinkan. Bahkan, seorang guru mengaku sempat mengalami insiden saat genteng berjatuhan di dekat tempatnya berada ketika ia sedang di ruang kelas pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Guru sekaligus Wali Kelas VI SDN Babakan Cangkudu, Engkom, menuturkan peristiwa itu terjadi setelah dirinya kembali ke kelas seusai kegiatan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).
Saat itu, Engkom masuk ke ruang kelas dan duduk sebentar. Namun, tak berselang lama, sejumlah genteng berjatuhan di dekat tempatnya berada.
“Pas saya masuk ke ruangan kelas ke sini, saya duduk sebentar di sana, kemudian kejatuhan genteng-genteng di sini,” ujar Engkom, Selasa, 13 Oktober 2026.
Terkejut melihat genteng berjatuhan, Engkom segera berpindah tempat untuk menghindari kemungkinan genteng lain runtuh. Ia khawatir kejadian serupa kembali terjadi dan membahayakan dirinya.
“Saya juga kaget, makanya langsung dipindahin ke sini, takut tambah lagi,” katanya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kerusakan bangunan terlihat di sejumlah bagian sekolah. Selain genteng yang berjatuhan, atap bangunan juga mengalami kebocoran, sementara plafon rusak dan keramik lantai mengelupas.
Kondisi pintu sejumlah ruang kelas pun memprihatinkan. Pintu yang sudah tidak berfungsi dengan baik membuat pihak sekolah terpaksa menggunakan kain gorden sebagai penutup ruangan.
Keterbatasan fasilitas juga terlihat pada ruang belajar yang digunakan secara bersamaan oleh siswa kelas IV dan kelas V. Kedua kelas tersebut hanya dipisahkan menggunakan sekat tripleks setinggi sekitar satu meter.
Kondisi bangunan dan fasilitas tersebut menambah persoalan yang dihadapi warga sekolah dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar. Di tengah keterbatasan ruang dan kerusakan bangunan, keselamatan guru serta siswa menjadi hal yang perlu mendapat perhatian.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post