BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Normalisasi sungai di Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, membutuhkan dukungan anggaran agar penataan aliran sungai dapat berlanjut setelah penertiban bangunan liar di sepanjang bantaran. Pemerintah kecamatan berharap program tersebut masuk dalam prioritas pembangunan Kabupaten Bogor pada 2027, terutama untuk menunjang pengembangan kawasan minapolitan dan usaha budidaya perikanan.
Camat Ciseeng Subhi menyampaikan kebutuhan itu dalam kegiatan reses enam anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Daerah Pemilihan VI di aula Kantor Kecamatan Ciseeng, Rabu, 14 Oktober 2026. Ia meminta dukungan para wakil rakyat agar program penataan sungai dapat dilanjutkan dan kebutuhan pembangunan lain yang belum terpenuhi turut diperjuangkan dalam penyusunan anggaran tahun depan.
Menurut Subhi, normalisasi sungai tengah diintensifkan sesuai arahan Bupati Bogor. Sebelum pekerjaan normalisasi dilakukan, pemerintah kecamatan telah menata bangunan liar di sepanjang bantaran sungai.
“Kami sudah lakukan penataan bangunan liar di sepanjang bantaran aliran sungai dan akan dilanjutkan dengan normalisasi. Untuk itu perlu dukungan semua pihak, termasuk dari para wakil rakyat,” kata Subhi.
Ia berharap normalisasi tersebut dapat mendukung ketersediaan sarana dan prasarana budidaya perikanan. Ciseeng merupakan salah satu kawasan yang dikembangkan untuk kegiatan perikanan, sehingga penataan lingkungan sungai dinilai berkaitan dengan keberlanjutan sektor tersebut.
Subhi juga mengapresiasi dukungan DPRD terhadap program pembangunan yang telah berjalan di wilayahnya. Dukungan itu mencakup sejumlah sektor, seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, perikanan, dan lingkungan hidup.
Ia berharap sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah daerah, dan DPRD terus diperkuat agar usulan masyarakat yang belum terealisasi dapat kembali diperjuangkan pada tahun anggaran 2027.
“Untuk itu kita ucapkan terima kasih. Dan tentu dengan harapan sejumlah usulan aspirasi lainnya dapat terus didorong kembali pada tahun anggaran 2027 nanti. Terutama untuk program-program skala prioritas,” ujarnya.
Aspirasi Warga Masuk Sistem Perencanaan
Dalam reses masa sidang pertama tahun 2026–2027 tersebut, anggota DPRD Kabupaten Bogor Okke Fauzi menjelaskan bahwa masyarakat dapat menyampaikan usulan pembangunan melalui wakil rakyat. Aspirasi juga dapat disampaikan secara digital menggunakan barcode yang disediakan.
Okke mengatakan usulan masyarakat akan dihimpun untuk dimasukkan ke Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dan diperjuangkan dalam proses perencanaan pembangunan.
“Silakan sampaikan semua usulan yang jadi aspirasi warga masyarakat. Nantinya akan dimasukkan ke SIPD dan akan kami dorong untuk direalisasikan,” kata Okke.
Meski demikian, realisasi usulan tetap bergantung pada proses perencanaan, penetapan prioritas, pembahasan anggaran, serta kemampuan keuangan daerah.
Reses tersebut dihadiri enam anggota DPRD Kabupaten Bogor, yakni Okke Fauzi dari Partai Golkar, Irfan T. Baehaqi dari PKS, Andi Permana dan Arif Rohnawan dari Gerindra, Irman Nurcahyan dari Demokrat, serta Sutisna dari PAN.
Camat Ciseeng Subhi memimpin jalannya kegiatan dengan didampingi unsur Polsek dan Koramil Parung. Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir, antara lain perwakilan unit pelaksana teknis dinas, 10 kepala desa, Majelis Ulama Indonesia, KNPI, Karang Taruna, serta organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan.
Pertemuan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara masyarakat dan anggota DPRD. Kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara hasil reses oleh perwakilan peserta.
Melalui forum tersebut, pemerintah kecamatan berharap kebutuhan pembangunan, khususnya normalisasi sungai, infrastruktur, pelayanan publik, dan pengembangan perikanan, mendapat perhatian dalam penyusunan prioritas anggaran Kabupaten Bogor 2027.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post