BogorOne.co.id | Kota Bogor – Kemacetan meluas di sejumlah ruas jalan di pusat Kota Bogor, Jumat malam, 16 Oktober 2026. Antrean kendaraan mengular di jalur Sistem Satu Arah (SSA) Kebun Raya Bogor hingga kawasan Alun-Alun dan Stasiun Bogor. Kepadatan itu terjadi bertepatan dengan agenda Rapat Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Bogor.
Bagi warga, dampak kemacetan tidak sekadar berupa bertambahnya waktu perjalanan. Pergerakan kendaraan yang tersendat di beberapa ruas membuat perjalanan sulit diperkirakan, termasuk bagi mereka yang hendak mengejar jadwal kereta.
Zoel, salah seorang warga, mengaku terjebak kemacetan hingga empat kali di sejumlah titik dalam satu perjalanan. Ia mengalami kepadatan setelah keluar dari Lapangan Sempur, kemudian kembali terhambat saat Jalan Otto Iskandardinata (Otista) ditutup karena iring-iringan kendaraan yang memasuki Istana Bogor.
Perjalanan menuju stasiun pun belum terbebas dari antrean. Zul kembali menemui kepadatan di depan Bogor Trade Mall (BTM) dan ketika melintasi kawasan Alun-Alun Bogor.
“Saya mau ke stasiun malah kejebak macet, padahal lagi buru-buru kejar kereta,” kata Zul.
Menurut dia, informasi mengenai rekayasa lalu lintas perlu disampaikan secara lebih luas dan terukur agar masyarakat dapat menyesuaikan waktu keberangkatan maupun memilih jalur alternatif. Informasi tersebut dinilai penting, terutama ketika pengaturan lalu lintas bertepatan dengan meningkatnya aktivitas warga menjelang akhir pekan.
Kepadatan kendaraan terpantau di Jalan Siliwangi, Jalan Otista, Jalan Ir H Juanda, dan Jalan Jenderal Sudirman. Arus lalu lintas yang padat di Jalan Juanda juga berdampak hingga Jalan Kapten Muslihat, termasuk kawasan Alun-Alun dan Stasiun Bogor.
Di tengah kepadatan tersebut, salah satu lampu penerangan jalan umum di Jalan Juanda terpantau tidak menyala. Kondisi ini menjadi catatan tersendiri bagi pengguna jalan pada malam hari, ketika jarak pandang dan kelancaran arus lalu lintas sama-sama memengaruhi kenyamanan perjalanan.
Kemacetan berlangsung bersamaan dengan agenda Rapat Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Bogor yang dijadwalkan mulai pukul 19.00 WIB. Rapat kabinet paripurna itu dihadiri para menteri, wakil menteri, serta kepala badan dan lembaga di lingkungan Kabinet Merah Putih.
Agenda rapat mencakup pemantauan dan pengendalian pelaksanaan program prioritas pemerintah serta Asta Cita Presiden di masing-masing kementerian dan lembaga. Para pejabat dijadwalkan mengenakan batik lengan panjang, sedangkan personel TNI dan Polri menggunakan Pakaian Dinas Upacara IV.
Meski berlangsung pada waktu yang bersamaan, belum ada keterangan terperinci mengenai kontribusi pengamanan rapat kabinet terhadap kemacetan di setiap ruas jalan. Belum ada pula informasi mengenai durasi penutupan jalan, skema pengalihan arus, maupun perkiraan waktu normalisasi lalu lintas.
Pengalaman warga yang berulang kali terjebak antrean memperlihatkan pentingnya informasi rekayasa lalu lintas yang mudah diakses ketika agenda kenegaraan berlangsung di tengah aktivitas perkotaan. Kejelasan mengenai ruas yang ditutup, jalur alternatif, dan perkiraan waktu pembukaan kembali jalan dapat membantu masyarakat merencanakan perjalanan, terutama bagi pengguna transportasi umum yang terikat jadwal keberangkatan.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien






















Discussion about this post