BogorOne.co.id | Kota Bogor – Ledakan instalasi listrik menjadi salah satu peristiwa yang disaksikan warga saat kebakaran melanda tiga ruko di Jalan Suryakencana, Kota Bogor, Ahad, 25 Oktober 2026. Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri turun ke lokasi pada Rabu, 28 Oktober 2026, untuk menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.
Tim Puslabfor tiba sekitar pukul 11.00 WIB dengan didampingi Tim Identifikasi (Inafis) Polresta Bogor Kota. Mereka memeriksa bagian depan tiga ruko yang terbakar sebelum masuk ke dalam bangunan sekitar satu jam kemudian.
Petugas menyisir setiap sudut bangunan, mulai dari pintu masuk hingga bagian belakang toko. Kondisi di dalam ruko tampak berantakan. Bercak hitam memenuhi sejumlah bagian dinding, sementara potongan kayu yang hangus masih berserakan.
Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) itu menarik perhatian warga yang datang silih berganti untuk menyaksikan pemeriksaan. Polisi belum memberikan keterangan mengenai hasil pemeriksaan dan menyatakan masih mendalami kasus tersebut.
Penyelidikan dilakukan dengan meminta keterangan sejumlah pihak, termasuk pemilik toko dan warga di sekitar lokasi. Salah satunya Rizki, 26 tahun, yang berada di dekat lokasi saat kebakaran terjadi. Ia mengaku menjadi orang pertama yang melaporkan kejadian tersebut.
Menurut Rizki, api awalnya terlihat masih kecil di balik pintu gulung atau rolling door di bagian pojok kanan toko. Namun, sekitar sepuluh menit kemudian, terdengar ledakan dari instalasi listrik.
“Api masih kecil di balik rolling door pojok sebelah kanan, selang 10 menit, itu ada instalasi listrik meledak,” kata Rizki pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Ia menduga api berasal dari salah satu toko sepeda. Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian berupaya memadamkan api secara mandiri sebelum petugas pemadam kebakaran tiba.
“Terus tidak lama Damkar datang, kondisi emang lagi ramai orang nongkrong,” ujar Rizki.
Rizki juga meluruskan kabar yang beredar mengenai dugaan tawuran di lokasi kebakaran. Menurut dia, warga yang berkumpul saat kejadian tidak sedang terlibat bentrokan, melainkan turut membantu memadamkan api.
Ia juga menjelaskan bahwa aksi sejumlah orang yang memukul pintu gulung toko bukan bertujuan menjarah barang-barang di dalamnya. Mereka, kata Rizki, berusaha memastikan ada atau tidaknya orang yang terjebak di dalam bangunan.
“Yang mukul-mukul rolling door itu bukan mau menjarah, memastikan ada orang atau tidak di dalam, jadi saya pastikan tidak ada tawuran,” tuturnya.
Hingga Rabu, 28 Oktober 2026, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap penyebab kebakaran yang menghanguskan tiga ruko di Jalan Suryakencana tersebut.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post