BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Sejumlah orang tua siswa mengkhawatirkan keamanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah puluhan siswa di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, mengalami gejala keracunan. Mereka meminta pengawasan makanan dan pengelolaan program diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.
Hingga Rabu, 28 Oktober 2026, sebanyak 12 pasien masih menjalani perawatan di RS Medika Dramaga dan RS Karya Bhakti Pertiwi. Tujuh di antaranya dirawat di RS Karya Bhakti Pertiwi.
Humas RS Karya Bhakti Pertiwi, Yulia Yasmi, mengatakan rumah sakitnya menerima sekitar 40 pasien rujukan dari tiga sekolah di Kecamatan Dramaga. Sebagian besar pasien telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik.
“Kami menerima rujukan sekitar 40 orang sampai saat ini. Yang masih dirawat ada tujuh orang. Kondisi mereka sudah membaik. Rata-rata siswa mengalami gejala ringan hingga sedang,” kata Yulia, Rabu, 28 Oktober 2026.
Salah satu siswa yang mengalami gejala tersebut adalah Vanesa. Ia mengaku merasakan mual, pusing, sesak napas, dan nyeri perut seperti kram.
“Perutnya sakit kayak keram gitu. Terus ke dada engap, oh dada engap,” ujar Vanesa.
Kejadian itu juga membuat Rusli, 53 tahun, khawatir terhadap kondisi anaknya. Ia mengaku terkejut setelah menerima kabar dari pihak sekolah dan langsung mendatangi sekolah tersebut. Di sana, ia bertemu anaknya di dalam mobil yang tengah menuju rumah sakit.
Rusli mengatakan tidak menolak program MBG. Namun, ia mempertanyakan bagaimana kejadian yang menimpa anak-anak itu bisa terjadi dan meminta pengelola program mengevaluasi sistem pengawasan serta manajemennya.
“Saya juga tidak bisa berkomentar soal MBG ini. Kok bisa begini, anak kami sampai begini. Programnya atau bagaimana, atau kesalahannya. Intinya, MBG juga harus hati-hati. Tolong diperbaiki manajemennya,” kata Rusli.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post