BogorOne.co.id | Kota Bogor – Memasuki libur Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru) di Kota Bogor berdampak pada melejitnya harga bahan pokok disetiap pasar tradisional. Untuk itu Pemerintah (Pemkot) Bogor siap gelar bazar murah di Pasar-Pasar tradisional.
Hal itu dilakukak, untuk menekan harga kebutuhan pokok yang saat ini mengalami kenaikan, khususnya komoditi cabai dan telor ayam.
Pemerintah Kota Bogor berencana bakal menggelar bazar murah di sejumlah pasar tradisional yang ada di wilayah Kota Bogor dalam waktu dekat ini.
Dirops Perusahaan Umum Daerah Pasar Pakaun Jaya (Perumda PPJ) Kota Bogor, Deni A. Wibowo mengatakan, sebenarnya sudah ada beberapa kegiatan yang dilakukan pihaknya bersama dengan Kementerian dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor.
Terutama, untuk memonitor harga bahan-bahan kebutuhan pokok dan stok keberadaan dalam menyambut hari libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Dari hasil sidak kata dia, diketahui kebutuhan pokok dengan komoditi cabai dan telor mengalami kenaikan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Untuk itu, Pemkot Bogor berencana akan menggelar bazar murah di pasar tradisional yang ada di Kota Bogor.
“Rencana akan ada bazar murah di pasar tradisional, kita akan berkerjasama dengan DKPP untuk menjaga kestabilan harga di pasar-pasar Perumda,” ucapnya, Senin (27/12/21).
Kendati demikian, Denny mengaku, berdasarkan hasil pemantauan harga di Pasar Merdeka dan Pasar Baru Bogor bersama Badan Ketahanan Pangan Kementan, bahwa terjadi pasokan beras cenderung berkurang dan pasokan telur yang berkurang serta.
Hasil rapat TPID hari ini, pihaknya merencanakan akan diadakan operasi pasar murah pada tanggal 30 – 31 desember 2021 mendatang. “Tempatnya di Pasar Anyar Blok F dan pasar Sukasari,” katanya.
Sementara itu, harga cabai rawit di Kota Bogor jelang pergantian tahun 2022 semakin pedas lantaran mengalami kenaikan yang cukup signifikan hingga tembus Rp100 ribu per kilogram dari semula hanya berkisar Rp30-35 ribu per kilogram.
Pantauan dilapangan, tepatnya di Pasar Jambu Dua, harga cabai keriting dan hijau semula seharga Rp25 ribu kini jadi Rp50 ribu per kilogram. Lalu, cabai merah semula Rp30-35 ribu kini jadi Rp45 ribu per kilogram.
Selain komoditi cabai, harga bawang juga mengalami kenaikan. Bawang merah yang semula Rp20 ribu kini jadi Rp30 ribu per kilogram. Sementara, Telur ayam yang semula Rp22 ribu kini jadi Rp31 ribu per kilogramnya.
Kemudian, harga daging ayam dari Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram. Lalu, gula pasir dari Rp13 ribu jadi Rp14 ribu per kilogram. Lalu, minyak goreng dari Rp17 ribu jadi Rp20 ribu. Sementara, untuk harga sayur-sayuran masih stabil. (Fik)
























Discussion about this post