BogorOne.co.id | Kota Bogor – Angka positif Covid-19 di Kota Bogor terus melonjak. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) pada Minggu (06/02/22), jumlah kasus aktif mencapai 2.061 orang.
Wali Kota Bogor, Bima Arya pun meminta agar rumah sakit menambah tempat tidur sebesar 30 persen. Hal itu bertujuan untuk menekan lonjakan covid yang rata-rata per hari menembus 100 kasus.
Menurut dia, penambahan tempat tidur harus dilakukan untuk mengendalikan angka ketersediaan tempat tidur, sesuai instruksi Menteri Kesehatan kepada Gubernur Jawa Barat.
“Saya juga meminta semua rs menyediakan data tempat tidur kepada Dinkes untuk dikonversi minimal 30 persen. Selain itu juga persentase komposisi pasien berdasarkan kondisi klinis secara berkala untuk mengetahui tingkat keterpaparan pasien. Kita ingin pastikan tidak ada pasien tingan yang dirawat,” jelas Bima.
Bima menutuekan bahwa persebaran covid saat ini diluar prediksi pemerintah, sehingga kesiapan rs harus benar-benar diperhatikan.
Dalam kesempatan berbeda, Kepala Dinkes Kota Bogor, dr Sri Nowo Retno menjelaskan bahwa persiapan secara menyeluruh dari berbagai aspek harus dilakukan. Diantaranya menyediakan tempat tidur isolasi minimal 30 persen konversi dengan evaluasi harian, menyiapkan fasilitas ICU untuk isolasi Covid-19.
“Sekarangangka tempat tidur dan ICU masih di 18 persen. Obat-obatan, oksigen, tenaga kesehatannya, beban dan pengaturan SDM-nya itu penting,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pasien dengan gejala ringan cukup melakukan isasi mandiri, tanpa harus ke rumah sakit. (Fry)
























Discussion about this post