BogorOne.co.id | Cirebon – Nama Aryanto Misel kembali mencuat ketika kebakaran hutan dan lahan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Warga Desa Lemahabang Wetan, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, itu dikenal sebagai pembuat alat pemadam api berbahan dasar kulit singkong.
Aryanto mengolah limbah kulit singkong menjadi bola pemadam api yang diberi nama Annaro Fire Stop. Alat berbentuk bola itu dibungkus styrofoam dan dirancang untuk memadamkan api dalam hitungan detik.
Inovasi tersebut dikembangkan Aryanto secara otodidak sejak awal 2000-an. Lulusan SMA itu mengatakan temuannya telah menarik perhatian Jepang. Resep dan lisensi teknologinya, menurut dia, bahkan dibeli Jepang pada 2010.
Meski lisensinya telah dibeli, Aryanto mengaku masih diperbolehkan memproduksi Annaro Fire Stop dalam skala rumah tangga. Dalam perkembangannya, ia pernah memproduksi hingga 1.000 bola pemadam berdasarkan permintaan pembeli.
Menurut Aryanto, Annaro Fire Stop menggunakan ekstrak kulit singkong yang mengandung potassium citrate. Komposisinya sekitar 70 persen ekstrak kulit singkong yang kemudian dicampur katalis dan bahan antigumpal.
Cara kerjanya berbeda dari alat pemadam api konvensional, kata Aryanto. Ketika bola dilempar ke sumber api, sumbu yang terbakar memicu reaksi hingga bola pecah dan melepaskan serbuk pemadam.
“Alat ini bekerja dengan memutus mata rantai reaksi pembakaran,” kata Aryanto, Jumat, 28 Agustus 2026.
Selain berbentuk bola, Aryanto mengembangkan alat serupa dalam bentuk tabung. Tabung tersebut menggunakan nitrogen untuk meningkatkan tekanan sekaligus mencegah bahan pemadam menggumpal.
Perjalanan inovasi Aryanto juga mendapat perhatian sejumlah tokoh. Salah satunya mantan Pangdam III/Siliwangi Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, yang kini menjabat Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I.
Aryanto juga mengaku pernah bertemu Presiden Prabowo Subianto untuk memaparkan alat pemadam api buatannya.
Ia mengatakan pemanfaatan kulit singkong tidak berhenti setelah alat digunakan. Sisa serbuk pemadam, menurut Aryanto, masih bisa dimanfaatkan untuk membantu kesuburan tanaman karena bahan dasarnya bersifat organik.
Inovasi itu kembali diperbincangkan seiring meningkatnya perhatian terhadap kebakaran hutan dan lahan. Gagasan memproduksi alat pemadam berbahan kulit singkong secara massal pun mulai muncul.
Namun, klaim mengenai efektivitas dan keamanan Annaro Fire Stop untuk berbagai jenis kebakaran masih perlu dibuktikan melalui pengujian dan sertifikasi sesuai standar keselamatan. Pengujian diperlukan sebelum alat tersebut digunakan secara luas.
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post