BogorOne.co.id | Kota Bogor – Wakil Ketua Satgas Covid-19 DPRD, Akhmad Saeful Bakhri (ASB) menilai bahwa kebijakan ganjil genap yang diterapkan pekan lalu sudah dilaksanakan secara maksimal di tengah kota. Namun, tak maksimal di pinggiran daerah.
Sebab, kata dia, sejak kebijakan ganjil genap diberlakukan, kemacetan dan kerumunan massa justru terjadi di pinggiran. Seperti di kawasan Bangbarung. Hal itu, lantaran tidak adanya pos pemeriksaan di pintu keluar Tol BORR Tanah Baru.
“Harusnya kalau mau benar-benar menerapkan kebijakan itu. Pintu masuk ke Kota Bogor, khususnya jalur mobil dijaga oleh petugas,” katanya.
Ia pun sepakat bila Pemkot Bogor wajib membuat alternatif kebijakan baru pengganti ganjil genap. Lantaran, penerapan kebijakan itu sangat berimbas terhadap sektor perekonomian menengah ke bawah.
“Harus disadari kebijakan itu sangat berimbas kepada sektor ekonomi. Sementara hingga kini tak ada bantuan untuk menggenjot sektor ekonomi kecil,” ucapnya.
Rapid antigen, kata dia, merupakan salah satu alternatif kebijakan yang patut dipertimbangkan oleh Pemkot Bogor. “Dengan begitu, roda perekonomian dapat berputar tanpa adanya hambatan. Sekaligus mampu menekan persebaran corona,” pungkas Politisi PPP itu. (Fik)





























Discussion about this post