BogorOne.co.id | Kota Bogor – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah banyak membantu masyarakat membereskan persoalan ketiadaan biaya berobat. Salah satunya, Mia (43).
Warga Kota Bogor ini mengaku sangat terbantu oleh kehadiran program BPJS Kesehatan yang digagas pemerintah tersebut untuk menjamin pengobatan ia sekeluarga. Mulai dari pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga dirawat inap di rumah sakit, tak sepeser pun uang dikeluarkan Mia sebab semua biayanya ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
“Kalau saya ingin berobat di FKTP, biasanya saya mendaftar antrean terlebih dulu lewat Aplikasi Mobile JKN. Di sana ada fitur antrean online yang bisa membantu memangkas waktu antrean. Jadi kita ambil nomor dulu dari rumah, lalu kalau nomor kita sudah dekat barulah kita pergi ke klinik atau ke rumah sakit. Di sana kita akan langsung dilayani tanpa antre lagi,” tutur Mia, Kamis 2 Maret 2023.
Mia mengatakan bahwa pengalaman menggunakan jaminan kesehatan dari Program JKN tersebut bukan hanya dirasakan oleh dirinya sendiri melainkan juga sang ayah. Ayah Mia sampai saat ini harus ruti menjalani cuci darah dua kali seminggu seminggu akibat fungsi ginjalnya sudah menurun.
Mia menjelaskan bahwa bantuan jaminan kesehatan ini sangat dirasakan jelas oleh keluarganya. Ia pun lantas membandingkan jika penobatan sang ayah tidak dapat dijamin BPJS Kesehatan, keluarganya harus mengeluarkan uang sebesar 800 ribu rupiah setiap kali cuci darah.
“Kebetulan juga bapak saya pasien cuci darah. Coba bayangkan, sekali cuci darah saja hampir sejuta, bagaimana kalau sebulan, setahun, dan seterusnya. Belum lagi kalau kondisi ayah saya sedang menurun sehingga harus dirawat inap sampai pulih,” kata Mia.
Menurut dia, jika tidak memakai BPJS, maka biayanya pasti membengkak dan mengganggu keuangan keluarganya dalam jangka waktu panjang.
“Alhamdulillah dengan adanya bantuan dari BPJS kesehatan, semua biaya cuci darah ayah saya gratis ditanggung seratus persen. Yang penting harus sabar mengikuti prosedur berobat. Kemudian bagi peserta yang sehat, selain rutin membayar iuran juga sebaiknya menjaga kesehatan. Lebih baik mencegah daripada mengobati,” ungkapnya.
Perlu diketahui sepanjang tahun 2022 BPJS Kesehatan Cabang Bogor sudah menanggung biaya dari 52.752 peserta JKN yang menjalani tindakan cuci darah. Tidak main-main biaya yang ditanggung adalah sebesar Rp46,26 miliar rupiah.
Biaya tersebut dibayarkan terbagi kepada 11 fasilitas kesehatan rumah sakit yang melayani cuci darah di Kota Bogor.
BPJS Kesehatan sendiri sudah berperan aktif melalui FKTP untuk menjalankan fungsi gate keeper dalam mengelola promotif dan preventif agar menekan angka penderita cuci darah. Terlebih, cuci darah adalah tindakan segera yang harus dilakukan sebagai terapi pada pasien gagal ginjal.
Salah satu penyumbang kasus gagal ginjal terbanyak yaitu berawal dari penyakit diabetes melitus dan hipertensi yang tidak terkendali. BPJS Kesehatan menggalakkan upaya preventif tersier bersama FKTP mitranya.
Melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Proalnis), di dalamnya terdapat kegiatan fisik, pemeriksaan rutin, pemantauan minum obat, diharapkan dapat menekan terjadinya penyakit diabetes melitus dan hipertensi mengarah ke komplikasi yang lebih berat.
Upaya BPJS Kesehatan tidak hanya sampai disitu, skrining kesehatan di Aplikasi Mobile JKN juga dihadirkan untuk mendeteksi risiko penyakit kronis peserta JKN melalui pertanyaan pertanyaan seputar kebiasaan sehari hari, riwayat penyakit keluarga, dan riwayat penyakit sebelumnya.
Hasil dari pengisian skrining tersebut dapat dikonsultasikan ke FKTP tempat peserta terdaftar sebagai upaya dini pencegahan penyakit yang lebih berat. (*)
























Discussion about this post