BogorOne.co.id | Kabupten Bogor – Intensitas curah hujan pada sore mengalami peningkatan di wilayah kota dan Kabupaten Bogor. Ada beberapa wilayah yang rawan bencana longsor dan banjir.
Kasi kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bogor Ponco Sugianto mengatakan, BMKG sudah mengeluarkan rilis terkait situasi curah hujan terutama wilayah Barat, dan Timur.
Dijelaskannya, langkah-langkah dari BPBD diantaranya, saat ini BPBD sudah mempunyai relawan dilapangan yaitu Desa tanggap bencana (Destana) yang merupakan produk dari BPDB di bidang pencegahan dan kesiapsiagaan bencana.
“Dari total 400 sekian desa se- Kabupaten Bogor sudah membentuk 54 Destana,”ujarnya.
Lanjut Ponco, Destana dibentuk konkrit dengan mengadakan pelatihan selama tiga hari yang di anggotanya atau peserta terdiri dari aparatur desa, RT, RW dan kader juga, dengan komposisi minimal 30 persen perempuan.
Adapun materi yang diberikan oleh instruktur yaitu terkait pencegahan, kesiapsigaan, mitigasi bencana, evakuasi, serta sosialisasi ke masyarakat. Karena mereka adalah garda terdepan untuk melalukan pertologan pertama dilapangan.
“Kendati demikian, idealnya sudah terbentuk minimal 200 Destana. Tapi dari 54 Destana sudah terbentuk merupakan daerah yang sering terjadi bencana,” terangnya.
Dan saat ini lanjut dia, pihaknya sedang membuat surat edaran atau himbauan dari Bupati Bogor terkait tugas yaitu kesiapsiagaan bencana ke Kecamatan, Desa se- Kabupaten Bogor untuk meningkatkan kewaspadaan bencana hidro metrologi.
“Alhamdulilah saat ini kita pasang alat deteksi yaitu early warning system (EWS) peringatan dini banjir yang dipasang pada 8 titik daerah aliran sungai (DAS) diantaranya, kali Ciliwung,
Cisadane, Cibeber, Cikeas, Cileungsi, Cidurian, dan Cimanciri parung panjang. Untuk alat ini anggaran dari pemerintah derah Kabupaten Bogor. Karena ini yang sifat nya urgent,” tuturnya.
Sementara itu, Kasi kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor Adam Hamdani menyampaikan, BPBD mempunyai call center maupun whatsApp yang isi nya aparatur Kecamatan, Desa, Keluarahan se-Kabupaten Bogor.
Dalam aplikasi mobile itu pihaknya selalu memberikan prakiraan cuaca, disamping itu pihaknya juga memiliki call center yang bisa menghimpun semua kejadian bencana pada saat itu juga berdasarkan laporan dari Kecamatan, Desa dan Kelurahan.
“Setiap hari kita selalu siap siaga membantu masyarakat yang mengalami bencana,” tandasnya. (Yud)























Discussion about this post