BERITA LAINNYA
Pemilihan ini diinisiasi oleh Paguyuban Putra Putri Pertanian Jawa Barat, sebuah manajemen berbasis pelatihan etika duta wisata dan budaya di Indonesia yang telah memiliki pengalaman dalam mendidik sejumlah duta mulai dari duta wisata daerah tingkat provinsi, nasional hingga internasional.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), meyakini kaum milenial yang inovatif dan memiliki gagasan yang kreatif mampu mengawal pembangunan pertanian yang maju, mandiri, modern.
Menurutnya, pendidikan vokasi punya peran penting hasilkan petani milenial yang berjiwa entrepeneur. “Melalui pendidikan vokasi kita menghubungkan dengan industri-industri agar lulusannya sesuai dengan kebutuhan, dan siap untuk hal-hal yang baru,” tambahnya.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan Kementan terus memfasilitasi generasi muda agar bisa terjun menjadi petani serta wirausaha pertanian.
Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menyampaikan bahwa petani milenial mempunyai peran penting dalam melanjutkan pembangunan di sektor pertanian.
“Sehingga, dibutuhkan dukungan dari SDM pertanian. Selain itu SDM pertanian adalah pengungkit terbesar produktivitas pertanian. Maka pendidikan vokasi menjadi salah satu kunci terhadap cikal bakal lahirnya petani milenial,” katanya.
Dengan tema “Wonderland Agrotourism”, ajang tahun ini diharapkan mampu melahirkan duta pertanian yang mampu mencintai dan mengkolaborasikan antara elemen pertanian dan pariwisata sehingga promosi keduanya dapat berjalan beriringan dalam peningkatan promosi dan kesadaran kepada masyarakat.
Setelah terpilih, tugas seorang pinilih adalah merealisasikan advokasinya. Adapun advokasi yang diangkat oleh Ridwan Bouden yaitu perihal penggunaan pestisida yang semakin meningkat dan keinginannya mengajak petani dan generasi millenial untuk beralih menggunakan biopestisida.
“Berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia WHO penggunaan pestisida didunia mencapai 3,5 juta ton per tahun dan memperkirakan setiap tahun terjadi 1 – 5 juta kasus keracunan pestisida. Melalui platform Pemuda Tani yang berdiri sejak tahun 2019 saya dan rekan rekan saya berusaha mewujudkan program kerja kementerian pertanian (yaitu ketersediaan, akses dan konsumsi pangan berkualitas,red.) dengan cara membatasi ketergantungan pestisida pada kelompok tani di BPP Caringin Kabupaten Garut dengan beralih menggunakan biopestisda”, jelasnya.
Ridwan percaya, apabila petani menerapkan biopestisda pada kegiatan pertaniannya akan memberikan dampak positif bagi lingkungan, kesehatan dan mewujudkan kedaulatan pangan diera society 5.0.
Dengan menjadi bagian Putera Puteri Pertanian Jawa Barat, Ridwan merasa akan memiliki wadah yang tepat untuk belajar serta menambah wawasan. Pria kelahiran 20 Juli 2001 ini merasa bersyukur setelah terpilih menjadi Pinilih Putera Pertanian Jawa Barat 2022.























Discussion about this post