BogorOne.co.id | Kediri – Persib Bandung gagal membawa pulang poin penuh dalam lawatannya ke markas Persik Kediri. Pelatih Maung Bandung, Bojan Hodak, tak mampu menyembunyikan kekecewaannya, terutama terhadap kepemimpinan wasit yang dinilai merugikan timnya.
Laga pekan ke-16 Super League 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Brawijaya, Senin 5 Januari 2026 berakhir imbang 1-1. Persib sejatinya unggul lebih dulu lewat gol Saddil Ramdani pada menit ke-68. Namun, kemenangan di depan mata sirna setelah sundulan M. Firly di masa injury time membobol gawang Persib.
Sepanjang 90 menit pertandingan, Bojan Hodak menilai wasit Muhammad Tri Santoso mengeluarkan banyak keputusan keliru. Ia pun berencana meminta manajemen Persib untuk melayangkan surat keberatan resmi kepada PSSI.
“Ini pertama kali saya membahas soal wasit. Saya sangat tidak senang dengan kinerjanya. Kami pasti akan mengirim surat keberatan. Saya tidak tahu lagi harus bilang apa, lebih baik saya tidak bicara banyak soal wasit,” ujar Bojan Hodak dalam sesi konferensi pers usai laga.
Khawatir Sanksi
Saat ditanya lebih detail mengenai keputusan wasit mana yang paling merugikan, pelatih asal Kroasia ini memilih untuk tutup mulut. Ia mengaku khawatir pernyataan yang terlalu frontal di depan publik akan berujung pada sanksi denda bagi dirinya.
“Saya tidak bisa menceritakannya, karena jika saya bicara (terlalu jujur), gaji saya bisa dipotong. Jadi, saya tidak ingin itu terjadi,” jelas pelatih berusia 54 tahun tersebut.
Meski Bojan enggan merinci, jalannya laga mencatat sejumlah momen kontroversial. Persib harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-81 setelah pencetak gol mereka, Saddil Ramdani, diganjar kartu merah. Sebaliknya, pada menit-menit akhir, insiden sikutan pemain Persik, Ezra Walian, luput dari kartu merah sang pengadil.
Bojan sendiri sempat mendapatkan kartu kuning di laga ini, yang merupakan kartu kuning ketiganya sepanjang musim. “Itulah alasan mengapa saya benar-benar tidak puas dengan wasit,” tegasnya.
Fokus Laga Klasik Kontra Persija
Hasil imbang ini menjadi catatan penting sebelum Persib menghadapi laga klasik melawan Persija Jakarta di pertandingan berikutnya. Bojan menyadari besarnya tensi dan sorotan pada laga tersebut, sehingga ia memilih berhati-hati dalam berucap agar tidak menjadi sasaran sorotan negatif.
“Pertandingan selanjutnya kami melawan Persija. Anda tahu bagaimana atmosfernya. Orang-orang akan mulai berspekulasi, jadi lebih baik saya tidak bicara lebih jauh,” pungkas pelatih berkepala plontos itu.
Editor : Muttaqien

























Discussion about this post