BogorOne.co.id | Kota Bogor – Tiga anggota DPRD Kota Bogor terpapar korona, dari informasi mereka terkonfirmasi positif covid-19 setelah mengikuti kunjungan kerja dari luar kota. Akibatnya 25 orang yang kontak erat saat ini ketar ketir menunggu hasil test sweb.
Mereka yang terpapar covid-19 terdiri dari legislatif dan pegawai Sekretariat DPRD Kota Bogor. Saat dikonfirmasi, Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto mengaku belum dapat memastikan darimana para anggota dewan itu bisa terpapar virus corona.
Ia mengaku, kalau secara tracing dirijya belum bisa memastikan, karena virus covid ini kasat mata, sehingga bisa terpapar dimana saja. Mengingat mobilitas anggota dewan tinggi.
“Ada kunjungan kerja, rapat, sidak, pertemuan dengan warga dan juga di sarana prasarana publik, sehingga belum bisa dipastikan,” ujar Atang Rabu (23/06/21).
Menurut Atang, dari tiga kasus positif beserta kontak eratnya, tidak semuanya berasal dari Komisi I. “Ada juga dari Komisi IV dan pansus. Karena tidak dalam satu rombongan komisi sehingga ini bisa terpapar dimana saja,” ungkapnya.
Atang mengatakan, terakhir kali anggota dewan melaksanakan kunker ke Semarang, Jawa Tengah. Dan selama ini pihaknya banyak melakukan kunjungan di seputaran Jawa barat.
“Kalaupun di Jawa Tengah hanya di beberapa daerah perbatasan antara Jawa tengah dan Jawa barat. Paling jauh kemarin ke Semarang,” jelasnya.
Pria yang juga Ketua DPD PKS Kota Bogor itu menjelaskan bahwa setiap kegiatan DPRD selalu mengedepankan protokol kesehatan (prokes) 5M.
“Mau rapat, kunker, sidak, diskusi dengan warga atau pun pengawasan pembangunan selalu mengedepankan prokes. Kasus ini sudah menjadi warning bagi kita untuk lebih berhati-hati dan segera melakukan langkah cepat,” ungkapnya.
Atang memastikan bahwa pekan ini DPRD tidak akan melaksanakan kunker. “Pekan ini tidak ada kunker Insya Allah. Kami laksanakan tracing dulu, sebab pekan depan ada paripurna penyampaian pertanggungjawaban pengunaan APBD tahun sebelumnya,”
tuturnya.
Saat disinggung apakah hingga akhir tahun memang sudah terjadwal agenda kunker. Atang mengaku belum mengetahuinya, hal itu lantaran penjadwalan dilakukan sebulan sebelumnya. “Kita belum tahu penjadwalan sebulan ke depan seperti apa,” jelas dia.
Namun kata Atang, untuk giat kunker kedepannya, DPRD terlebih dahulu akan melihat situasi dan kondisi terakhir. Masih kata dia, bahwa pengisolasian anggota atau pegawai yang positif maupun kontak erat, akan sesuai mekanisme yang sudah ditetapkan Dinas kesehatan.
“Yang jelas tugas saya sebagai Ketua DPRD Kota Bogor adalah memastikan kepada tiga orang yang positif, siapa saja yang kontak erat langsung dilakukan penelusuran,” ungkapnya.
Atang menuturkan bahwa pihaknya sudah melakukan swab PCR terhadap 25 kontak erat dan tracing untuk mengetahui tingkat penyebaran. “Kita akan terus tracing Sampai di titik hilirnya,” singkat dia.
DPRD, kata dia, telah melakukan pembatasan secara ketat atau semi lockdown, dimana kegiatan kerja tidak dilakukan di kantor DPRD, tapi secara online.
“Pegawai yang boleh masuk maksimal 25 persen, bahkan kita harus terus turunkan sampai titik paling rendah. Yaitu bagi pegawai yang harus menyelesaikan pekerjaan mendesak dan tidak bisa ditunda boleh WFO. Mudah-mudahan bisa segera kita atasi,” tandas Atang. (Fry)





























Discussion about this post