BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, resmi melaunching program bantuan keuangan infrastruktur desa dengan anggaran Satu Miliar Satu Desa (Samisade) yang merupakan program unggulan dari Bupati Bogor, Ade Yasin.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bogor telah mencanangkan program Samisade untuk menopang pembangunan desa dan masyarakat. Alokasi anggaran yang sudah disepakati dengan DPRD Kabupaten Bogor ini, mencapai Rp 416 miliar dari total belanja Pemkab Bogor tahun 2021 sekitar Rp 7,6 triliun.

Camat Tamansari Bayu Ramawanto mengatakan, program unggulan yang dicanangkan oleh Bupati Bogor Ade Yasin merupakan program pertama di Indonesia yang telah menjawab berbagai permasalahan yang ada di setiap desa.
Pasalnya, lanjut Bayu, anggaran desa memiliki keterbatasan, apalagi saat ini sedang pandemi Covid-19 ditambah pembangunan infrastruktur juga menjadi prioritas untuk menunjang pemulihan ekonomi.
“Alhamdulillah, delapan desa yang ada di Kecamatan Tamansari mendapat bantuan program Samisade dengan anggaran yang berbeda-beda sesuai kebutuhan dan prioritas di masing-masing desa,” ucapnya usia melaunching Samisade di Desa Tamansari, Selasa (10/8/21).
Menurut Bayu, mayoritas program Samisade ini dimanfaatkan oleh setiap desa untuk membangun infrastruktur jalan baik pembangunan jalan beton maupun hotmix seperti di Desa Tamansari, Sukaresmi dan Sukajaya.
“Sesuai arahan dari bupati, dalam rangka melaksanakan Samisade ini kepala desa harus memperhatikan tiga hal, pertama tertib perencanaan, tertib pelaksanaan dan tertib pelaporan. Hal itulah yang harus diperhatikan oleh kepala desa beserta jajaran dan perangkatnya,” jelasnya.
Bayu meminta kepala desa dan jajarannya bisa terlibat dalam pelaksanaan pembangunan maupun perencanaannya di program Samisade. Bahkan, Bayu mengintruksikan dari sekarang kepala desa sudah harus merancang perencanaan prioritas pembangunan untuk di tahun 2022.
“Program Samisade ini program jangka panjang, setiap setahun sekai. Makanya, masing masing desa harus mulai merencakan dari sekarang hal hal prioritas untuk pembagunan di wilayah, terutama untuk kepentingan masyarakat. Jangan sampai perencanaan mendadak, sehingga pada tahun 2022 nanti bisa segera diajukan kembali,” katanya.
Disisi lain, Bayu mengaku, program Samisade untuk kepentingan masyarakat, bukan hanya desa. Jadi harus melibatkan semua elemen masyarakat agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan.
Bayu pun mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk bersama-sama saling bahu membahu dalam mensukseskan program Samisade dengan semaksimal mungkin sehingga dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Melalui pembangunan infrastruktur jalan, Bayu berharap bisa berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat karena mempermudah mobilitas baik dalam bidang pendidikan, wisata dan kesehatan.
Masih kata Bayu, program Samisade juga jika telah sukses tentu akan menjadi percontohan bagi daerah lain dan tidak menutup kemungkinan daerah yang lain menerapkan program yang sama.
“Kita akan terus melakukan pendampingan agar proses berjalan dengan baik dan termonitoring. Setiap minggu akan dilakukan evaluasi. Ada tim monitoring dan evaluasi tingkat kecamatan dan desa. Diharapkan setelah selesai dan sukses, ditahun selanjutnya terus berlanjut tanpa ada kendala,” pungkasnya. (Fik | Yudi)





























Discussion about this post