BogorOne.co.id | Bogor Selatan – Uap hangat mengepul dari semangkuk Bubur Manado di pagi hari. Aroma daun kemangi dan jagung yang bercampur dengan lembutnya labu kuning langsung menyapa indra penciuman.
Di sudut kawasan Orchard Walk, Bogor Nirwana Residence (BNR), kehangatan itu hadir dari dapur sederhana bernama Dapur Mace.
Bagi Sinta, pemilik Dapur Mace, usaha ini bukan sekadar bisnis kuliner. Ada cerita keluarga dan perjuangan yang menyertainya. Berawal dari sang ibu mertua yang lebih dulu membuka usaha makanan khas Manado di Tanah Sareal, Sinta kemudian melanjutkan dan mengembangkan usaha tersebut di Bogor Selatan.
“Awalnya kami mulai sekitar masa Covid-19. Justru di situ kami merasa ada berkah. Bubur Manado ini kan sehat, banyak sayur dan labu, jadi banyak yang cari,” tuturnya, Minggu 26 April 2026.
Di tengah kekhawatiran masyarakat akan kesehatan saat pandemi, bubur Manado atau yang dikenal juga sebagai tinutuan menjadi pilihan yang tepat. Berbahan dasar nasi yang dimasak bersama labu kuning, lalu dipadukan dengan sayuran seperti bayam, jagung, dan kemangi, hidangan ini bukan hanya mengenyangkan tetapi juga menyehatkan.
Keistimewaannya semakin terasa dengan pelengkap khas Manado, mulai dari sambal cakalang suwir hingga dabu-dabu tumbuk yang segar dan pedas. Perpaduan rasa gurih, manis alami dari labu, dan pedas yang menggigit membuat setiap suapan terasa kaya.
Dalam sehari, Dapur Mace mampu menghabiskan sekitar 50 mangkuk bubur Manado. Jumlah itu menunjukkan betapa makanan sederhana ini memiliki tempat tersendiri di hati pelanggan, khususnya warga sekitar BNR dan Ciapus.
Tak hanya bubur, Dapur Mace juga menyajikan aneka menu khas Manado lainnya yang menggugah selera. Mulai dari ayam woku dengan bumbu rempah yang kuat, cakalang rabe yang pedas, hingga berbagai olahan ikan seperti tude dan bawal yang dibakar maupun di-grill. Ada pula sup brenebon yang hangat serta camilan seperti perkedel jagung, panada, hingga pisang goreng dengan sambal dabu-dabu.
Salah satu menu favorit pelanggan adalah rahang tuna bakar dan bawal bakar, yang dikenal dengan cita rasa gurih dan tekstur dagingnya yang khas. Untuk minuman, pengunjung bisa mencoba es brenebon, es serut dengan kacang merah dan gula aren yang memberikan sensasi manis dan segar.
Dengan harga yang relatif terjangkau, mulai dari Rp20 ribu untuk bubur Manado porsi kecil hingga Rp75 ribu untuk menu utama, Dapur Mace menjadi pilihan kuliner yang ramah di kantong.
Buka sejak pukul 07.00 hingga 22.00 WIB, Dapur Mace tak hanya menjadi tempat makan, tetapi juga ruang berkumpul bagi warga sekitar. Dari sarapan hangat hingga makan malam santai, dapur kecil ini menghadirkan cita rasa Manado yang otentik di tengah Kota Bogor.
Di balik kesederhanaannya, Dapur Mace membuktikan bahwa makanan rumahan dengan bahan alami dan penuh cinta mampu bertahan, bahkan berkembang di tengah tantangan zaman. Sebuah cerita hangat, seperti semangkuk bubur Manado yang mereka sajikan setiap hari.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : Muttaqien
























Discussion about this post