BogorOne.co.id | Kota Bogor – Rangkaian bencana alam yang menghantam Jawa Barat sepanjang Januari hingga November 2025 menyisakan jejak panjang kerusakan dan pekerjaan rumah yang tak sederhana. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat 1.432 kejadian, angka yang bukan hanya menegaskan intensitas bencana hidrometeorologi di wilayah ini, tetapi juga semakin memperlihatkan rapuhnya bentang alam dan tata ruang di provinsi berpenduduk terbesar di Indonesia itu.
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menyebut rentetan bencana tersebut sebagai “ujian bangsa.” Dalam pernyataannya, Jumat, 12 Desember 2025, Herman menegaskan bahwa pemerintah daerah menghadapi situasi yang tak lagi sekadar insiden musiman. Banjir dan longsor mendominasi catatan penanganan bencana, dan angkanya melonjak dari tahun-tahun sebelumnya.
Dampaknya pun nyata. Sebanyak 75 warga meninggal dunia dan lebih dari 600 ribu orang terdampak langsung. Kerusakan material juga menghantam keras permukiman: lebih dari 15 ribu rumah rusak akibat bencana.
“Itu menjadi konsen kita semuanya,” ujar Herman.
Pada sejumlah titik, upaya pemulihan masih berjalan tertatih. Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Karawang, dan Subang kini berada dalam fase recovery, di mana banyak keluarga masih menggantungkan harapan pada bantuan logistik dan kejelasan relokasi. Di lapangan, tim gabungan terus menata ulang akses, memulihkan jaringan air bersih, hingga memastikan warga memiliki tempat tinggal sementara yang layak.
Herman menyebut langkah kolaboratif menjadi kunci. Pemprov Jabar, kata dia, tengah menjalin koordinasi intensif dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mempercepat proses relokasi bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.
“Kami sedang mempersiapkan sinergi untuk relokasi,” tuntasnya.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post