24.6 C
Bogor
Minggu, 28 November 2021

PKL ‘Nakal’ di Tugu Wates Kembali di Bongkar Satpol PP

Must read

Selain Maju di Pilgub Jabar, Hanura Dukung Ridwan Kamil Maju Pilpres 2024

BogorOne.co.id | Bandung - Hanura Jawa Barat siap mendukung Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil untuk maju kembali menjadi Gubernur Jawa Barat atau berkompetisi di...

Tiang Listrik di Punncak Meledak, Warga Panik

BogorOne.co.id | Cisarua - Suara ledakan mengagetkan warga Kampung Cijulang, RT 03/05, Desa Kopo, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor Suara ledakan itu berasal dari sebuah...

Pungli Duit BPNT, Kades Sukaharja Diciduk Tim Sauber Pungli Polda Jabar

BogorOne.co.id | Ciomas - Seorang oknum Kepala Desa (Kades) Sukaharja, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor diamankan Tim Tindak II Saber Pungli Jabar. Penangkapan terhadap RAH (55...

DPS Pertanyakan Peran Pemerintah Dalam Program RTLH di Pasir Jaya

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Masih banyaknya program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang belum terealisasi di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat membuat...

BogorOne.co.id | Kota Bogor – Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di bantaran sungai di Jalan Raya Cilebut Tugu Wates, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, kembali ditertibkan oleh pihak Satpol PP Kota Bogor, Rabu (24/11/21).

Kabid Trantib dan Linmas Satpol PP Kota Bogor, Riki Robiansah mengatakan, tiga bulan lalu para PKL yang berada di Jalan Raya Cilebut Tugu Wates ini sudah pernah ditertibkan lantaran berjualan ditempat terlarang yakni bantaran sungai yang memang rawan longsor.

“Keberadaan mereka ini sangat membahayakan terutama bagi mereka sendiri. Cuaca Kota Bogor diakhir tahun mulai memasuki musim penghujan, dikhawatirkan bagi mereka maupun warga Kota Bogor di Kelurahan Sukaresmi dan Kedung Badak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, tentu dmapaknya ke mereka juga,” ucapnya.

Menurut Riki, sebelumnya para PKL ini sudah sering diimbau oleh aparatur wilayah setempat. Diberikan pengertian dan sosialisasi bahwa berjualan ditempat tersebut dilarang oleh pemerintah.

“Selain ditertibkan, untuk memberikan efek jera, kami juga menyita sebagian barang-barang mereka agar tidak kembali berjualan ditempat ini,” tegasnya.

Riki mengimbau kepada semua pihak supaya bekerjasama dalam memberikan sosialisasi dan imbauan kepada para pedagang yang akan berjualan ditempat-tempat terlarang.

Masih kata Riki, ketertiban tentunya harus tetap dijaga bersama, terutama apa yang sudah ditertibkan. Apalagi daerah ini rawan bencana. Diharapkan aparatur wilayah maupaun warga bisa selalu dimonitor.

“Jadi, tidak hanya mengandalkan satpol pp saja, tapi harus semua pihak sebisa mungkin berikan informasi kepada pedagang dan imbauan bahwa tempat ini berbahaya,” pungkasnya. (Fik)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article

Selain Maju di Pilgub Jabar, Hanura Dukung Ridwan Kamil Maju Pilpres 2024

BogorOne.co.id | Bandung - Hanura Jawa Barat siap mendukung Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil untuk maju kembali menjadi Gubernur Jawa Barat atau berkompetisi di...

Tiang Listrik di Punncak Meledak, Warga Panik

BogorOne.co.id | Cisarua - Suara ledakan mengagetkan warga Kampung Cijulang, RT 03/05, Desa Kopo, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor Suara ledakan itu berasal dari sebuah...

Pungli Duit BPNT, Kades Sukaharja Diciduk Tim Sauber Pungli Polda Jabar

BogorOne.co.id | Ciomas - Seorang oknum Kepala Desa (Kades) Sukaharja, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor diamankan Tim Tindak II Saber Pungli Jabar. Penangkapan terhadap RAH (55...

DPS Pertanyakan Peran Pemerintah Dalam Program RTLH di Pasir Jaya

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Masih banyaknya program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang belum terealisasi di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat membuat...

Data Kependudukan Memerlukan Kebaharuan

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Kesadaran warga untuk mengurus akte kelahiran, saat ini sudah cukup bagus. Penilaian itu muncul jika diukur dari persentase jumlah...