BogorOne.co.id | Kota Bogor – Menyikapi bencana amblasnya Jembatan Cikereteg Jalan Raya Bogor-Sukabumi, Kecamatan Caringin sore lalu, yang mengakibatkan akses utama Bogor-Sukabumi ditutup total bagi kendaraan roda dua maupun roda empat, Pemkab Bogor terus berkoordinasi dengan semua pihak.
Plt. Bupati Bogor Iwan Setiawan mengungkapkan, bahwa pihaknya siap mendukung untuk mempercepat proses penanganan jalan dan pembangunan jembatan bailey.
Dijelaskan Iwan, dalam penanganan hal itu, telah bersinergi melibatkan pihak Kepolisian dari Polda, Polres, TNI dan semua stakeholder yang berhubungan dengan penanganan jalan ini.
Dia menginginkan ada satu langkah yang cepat, informasi dari PUPR Pusat solusi jangka pendek hari ini akan dimulai pemasangan jembatan bailey yang diperuntukkan untuk satu jalur yang belum longsor.
“Mudah-mudahan dua minggu selesai, jadi masyarakat yang akan menggunakan, khususnya angkot mungkin dalam dua minggu bisa dilewati,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setelah jembatan bailey selesai dikerjakan paling lambat dalam kurun waktu 14 hari, maka jangka panjangnya akan dibangun jembatan secara permanen.
“Setelah jembatan bailey selesai, selanjutnya akan mulai pekerjaan pembuatan jembatan. Nanti akan berbagi tugas, kami siap bekerjasama, nanti didiskusikan apa tugas masing-masing,” ucapnya.
Kendati demikian, sambil menunggu pembangunan jembatan bailey selesai, ia akan mengoptimalkan jalur Tapos sampai Leuweung Larangan sebagai jalur alternatif dari Cibedug, Tapos sampai ke Pasar Cikereteg untuk aksesibilitas masyarakat.
Ia juga meminta kepada camat dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) agar membuka jalur alternatif tersebut secara 24 jam.
“Jalur Tapos yang biasanya ditutup sampai jam delapan, api mudah-mudahan nanti camat dengan Forkopimcam dan yang lainnya supaya dapat membuka jalur tersebut secara 24 jam untuk kepentingan masyarakat khususnya motor dan kendaraan kecil. Untuk kendaraan berat bisa lewat jalan tol Bocimi,” ungkapnya. (Yud)
























Discussion about this post