BogorOne.co.id | Tamansari – Puluhan siswa siswi unjuk kemampuan, dalam rangka pentas seni dan literasi (Pensil), yang diadakan di SMPN 2 Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Rabu (21/12/22).
Kepala sekolah SMPN 2 Tamansari Ema Nizmah Fazari mengatakan, kegiatan pentas seni dan literasi merupakan kegiatan agenda setiap tahun. Namun sudah tahun vakum masa pandemi untuk kegiatan kesiswaan.
“Dan hari ini bisa melaksanakan kegiatan dengan persiapan yang tidak terlalu lama sekitar satu bulan mulai dari seleksi. Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi anak-anak punya sesuatu yang mereka ingin tonjolkan baik itu talenta dalam kesenian dan sebagainya sehingga acara ini terlaksana,” ujarnya.
Lanjut Ema, mudah-mudahan ini akan menjadi agenda rutin setiap tahun. Selain itupun, InsaAlloh tahun besok akan melaksanakan kegiatan panen raya, karena sekolah kita sekolah penggerak.
“Adapun berhubungan dengan projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) belum. Ada sedikit kaitannya untuk P5, kita sudah melakukan dua tema yakni, bangun jiwa ragaku, suara demorasi, dan gaya hidup berkelanjutan. Mungkin ini belum berhubungan erat dengan P5, hanya salah satu elemen yang bisa dihubungkan dengan pentas seni ini,” tuturnya.
Dengan kegiatan ini, anak anak mulai tersalurkan, baik itu seni, karena sekolah hanya bisa memfasilitasi, dan fasilitas itu disesuaikan dengan anak anak. Kerena harus berorientasi berbunga ke anak anak seperti acara ini,” sambung Ema.
Sementara itu, Ketua panitia pelaksana, Ukon Orascik menyampaikan, alhamdulillah kegiatan ini bisa terlaksana baik dan lancar. Pentas seni yang pertama dilaksanakan hampir dua tahun, kegiatan ini berkat dukungan sekolah, siswa orang tua, komite.
Kegiatan ada dua kordiansi kesiswaan dan kordinator literasi, makanya saya beri nama pensil, pentas seni dan literasi, artinya nya di dalamnya ada unsur unsur seni dan literasi muncul, terutama tradisi daerah, nasional,” terangnya.
Kata dia, bahkan ada anak yang sudah kreatif dikombinasi antara daerah dengan modern, tapi yang sering muncul disni lebih kepada tari jaipong sangat lebih dominan dibandingkan seni seni yang lain, meskipun yang lain muncul.
Dari segi literasi ada baca puisi musikal liselsasi, dongen, story’ Teling dalam bahasa Inggris. Alhamdulillah semuanya kegiatan seni dan literasi terekplor. Dan ternyata bibit bibit disni banyak sekali.
Tinggal bagaimana guru memfasilitasi untuk siswa berkreasi,” pungkasnya. (Yud)
























Discussion about this post