BogorOne.co.id | Megamendung – Rencana pemerintah mempermanenkan aturan ganjil genap di jalan raya Puncak ditanggapi BPC PHRI Kabupaten Bogor.
Wakil Ketua BPC PHRI Kabupaten Bogor, Boboy Ruswandi mengatakan, ganjil genap dibuat untuk mengurangi kemacetan di kawasan Puncak dalam rangka pencegahan terpaparnya Covid-19.
Ia meminta jika aturan ganjil genap dipermanenkan berarti penerapan one way ditiadakan. Sebab, jika keduanya diberlakukan akan mengganggu aktivitas masyarakat.
“Selama ini PHRI tidak pernah mengkritisi aturan yang ada, tapi alangkah lebih baik, kepentingan masyarakat juga diperhatikan,” ujar Boboy, Jumat (14/2/22).
Lanjut Boboy, terkait penerapan ganjil genap sebenarnya tidak terlalu berpengaruh terhadap hunian hotel,” ucapnya.
Jadi sekali lagi ia memohon agar pemerintah khususnya, Kepolisian tidak memberlakukan One Way jika ganjil genap dipermanenkan.
Sependapat dikatakan aktivis Puncak, Azet Basuni menegaskan, Pemerintah harus memilih salah satu aturan rekayasa lalulintas yang diterapkan di Puncak.
“Iya kalau mau Gage berarti one way dihapus jangan sampai kedua aturan ini diberlakukan dijalur Puncak. Seharusnya, kebijakan One Way yang sudah usang diganti ganjil genap.
Sebab One Way ini sudah tidak tepat diterapkan lagi di jalur Puncak dengan konsisi volume kendaraan yang terus meningkat dan mobilitas masyarakat lokal yang tinggi,” tandasnya. (Yud)























Discussion about this post