BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Ribuan warga memadati Kampung Cijulang RT 04 RW 08, Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, untuk mengikuti tradisi Sedekah Bumi dalam rangka menyambut bulan Muharam. Tradisi yang telah berlangsung selama 142 tahun itu menjadi wujud syukur masyarakat atas hasil panen sekaligus ajang mempererat kebersamaan.
Sejak pagi, warga dari Desa Sukaharja maupun daerah sekitar berdatangan untuk mengikuti rangkaian prosesi adat. Kegiatan diawali dengan arak-arakan dongdang atau tandu hias yang berisi aneka hasil bumi, seperti sayuran, buah-buahan, dan hasil perkebunan. Arak-arakan berlangsung meriah sebelum hasil bumi didoakan dan dibagikan kepada masyarakat.
Ketua RW 08 sekaligus penanggung jawab kegiatan, Enduh, mengatakan Sedekah Bumi merupakan tradisi turun-temurun yang tidak hanya menjadi ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki dan hasil panen, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga.
“Tradisi ini diawali dengan arak-arakan dongdang yang berisi aneka hasil bumi. Setelah didoakan, hasil bumi diserahkan kepada para sesepuh, kemudian diperebutkan masyarakat sebagai simbol keberkahan,” kata Enduh, Senin, 6 Juli 2026.
Menurut Enduh, antusiasme masyarakat tahun ini sangat tinggi. Ribuan warga diperkirakan menghadiri kegiatan tersebut, termasuk masyarakat dari luar Desa Sukaharja.
Selain prosesi adat, panitia menampilkan berbagai kesenian tradisional, seperti tari daerah dan wayang golek. Panitia juga menyalurkan santunan kepada anak yatim sebagai bagian dari kegiatan sosial.
Enduh mengatakan pelaksanaan tahun ini merupakan Sedekah Bumi ke-142. Menurut dia, tradisi yang telah bertahan selama lebih dari satu abad itu diharapkan terus dilestarikan sebagai warisan budaya bagi generasi mendatang.
“Kami berharap ada dukungan yang lebih besar dari pemerintah agar tradisi ini terus berkembang dan dapat menjadi daya tarik wisata,” ujarnya.
Kegiatan tersebut terselenggara berkat dukungan Pemerintah Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, para donatur, serta swadaya masyarakat.
Camat Cijeruk Soebar Mansur menilai Sedekah Bumi memiliki nilai sosial dan budaya yang penting karena menjaga tradisi sekaligus memperkuat semangat gotong royong masyarakat.
Menurut Soebar, tradisi tersebut juga berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis kearifan lokal yang dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post