BogorOne.co.id | Jakarta – Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 di Jakarta menuai kritik dari masyarakat. Sejumlah orang tua calon peserta didik mengeluhkan sistem pendaftaran daring yang kerap mengalami gangguan, perubahan alamat pada kartu keluarga (KK), serta minimnya sosialisasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jakarta.
Pendaftaran yang dibuka secara daring sejak 16 Juni 2025 itu disebut sulit diakses oleh sebagian pendaftar. Tak sedikit orang tua yang mengaku gagal mendaftar karena laman resmi SPMB Jakarta tidak dapat diakses selama beberapa jam.
“Beberapa kali saya coba daftar, tapi websitenya error terus. Akhirnya kehabisan waktu, padahal ini kesempatan pertama anak saya masuk SMP negeri,” ujar Lina, salah satu orang tua calon murid dikutip dari beritasatu.com, Kamis (19/6/2025).
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jakarta Pramono Anung menyampaikan permohonan maaf dan berjanji akan segera menindaklanjuti berbagai permasalahan yang terjadi dalam proses seleksi.
“Teman-teman sekalian, mohon maaf saya belum mengetahui secara detail mengenai hal ini, tetapi hari ini saya akan memanggil kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) untuk menindaklanjuti apa yang disampaikan tadi,” ujar Pramono kepada wartawan di Gedung DPRD Jakarta, Rabu siang (18/6/2025).
SPMB Jakarta 2025 dilaksanakan pada 16 Juni hingga 10 Juli 2025 secara daring untuk jenjang SDN, SMPN, SMAN, dan SMKN. Sementara untuk satuan pendidikan anak usia dini negeri (SPAUDN), sanggar kegiatan belajar (SKB), dan sekolah luar biasa negeri (SLBN), pendaftaran dilakukan secara luring mulai 16 Juni hingga 29 Juli 2025.
Adapun total daya tampung peserta didik baru mencakup 98.019 murid untuk jenjang SDN, 72.749 murid SMPN, 30.105 murid SMAN, 19.914 murid SMKN, 5.990 murid SPAUDN, 920 murid SLBN, dan 3.052 murid SKB.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post