BogorOne.co.id | Kabupaten Cianjur – Duka yang dirasakan warga Kabupaten Cianjur akibat gempa yang terjadi Senin (21/11/22) menjadi perhatian serius bagi semua pihak sehingga masyarakat dan antar lembaga turun tangan untuk saling membantu.
Tim Tanggap Darurat Baznas Kota Bogor menurutnya tim sebanyak 6 orang. Mereka bertolak ke wilayah Cianjur untuk membantu evakuasi di titik-titik bencana.
Wakil Ketua I Komisioner Baznas Kota Bogor Subhan Murtadla mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan, Baznas Kabupaten Cianjur, BPBD Kabupaten Cianjur, Timsar dan tim lainnya.
“Mereke langsung terjun ke lokasi untuk membantu evakuasi untuk penyelamatan, sambil melakukan pendataan kebutuhan apa saya yang mereka butuhkan,” kata Subhan saat dikonfirmasi.
Menurut dia, dengan data yang ril hasil pendataan tim dilapangan, selanjutnya Lembaga Pengelola dana umat itu akan memberikan bantuan pangan dan kebutuhan lainnya yang memang sangat dibutuhkan.
“Ya, nanti kita kirim bantuan itu, sehingga tepat sesuai dengan yang paling dibutuhkan dan tentunya tepat sasaran. Sehingga bantuan itu betul-betul membantu mereka para korban,” jelasnya.
Sebelumnya BPBD Kabupaten Cianjur merilis ada 162 orang meninggal dunia. Dan sedikitnya 326 orang yang mengalami luka dalam bencana tersebut .
Gubernur Jabar Ridwan Kamil juga menerangkan data yang sama, dan
Menurutnya bahwa dampak terdahsyat gempa bumi tersebut ada di kecamatan Cugenang dengan kedalaman 10 kilometer, skala sedang tapi daya rusaknya luar biasa.
“Ada 162 yang meninggal dunia, 326 luka-luka, mayoritas patah tulang dan berhubungan dengan luka-luka karena tertimpa benda tajam.Mayoritas yang meninggal dunia adalah anak-anak,” kata Emil, Senin (21/11/22) malam.
Masih kata Kang Emil, pasca gempa bumi tercatat ada 2.345 unit rumah, 13 ribu lebih warga yang akan diungsikan ke sekitar 14 titik yang telah disiapkan.
Dijelaskannya, 2.345 unit rumah warga yang rusak itu ada sejumlah ruas jalan nasional ataupun provinsi yang sempat terisolir. Namun, informasi terkini, ruas jalan tersebut sudah kembali normal.
“Lalu, ada sekitar 5 mobil yang terperangkap, laporan belum masuk apakah sudah evakuasi atau tidak, ada beberapa jalan kabupaten yang terisolir,” ungkapnya.
Seperti diketahui, gempa di Cianjur terjadi pada pukul 13.21 WIB. Pusat gempa berada di Kabupaten Cianjur. Gempa itu merusak sejumlah bangunan. Adapun dampak gempa terasa hingga Bogor, Sukabumi, DKI Jakarta dan Kota Bandung. (Fry)

























Discussion about this post