BogorOne.co.id | Jakarta – Timnas Indonesia kembali bertemu Thailand di partai final. Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, menjadi panggung pertemuan kedua tim pada FIFA ASEAN Cup 2026, Senin, 5 Oktober 2026.
Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pukul 20.00 WIB itu sekaligus membuka kembali catatan panjang pertemuan Indonesia dan Thailand di partai puncak. Dua kali sebelumnya kedua tim bertemu di final yang berlangsung di SUGBK, dua kali pula Thailand keluar sebagai juara melalui adu penalti.
Pertemuan pertama terjadi pada final SEA Games 1997, 18 Oktober 1997. Indonesia dan Thailand bermain imbang 1-1 hingga 120 menit. Dalam adu penalti, Thailand menang 4-2.
Lima tahun kemudian, skenario serupa kembali terjadi. Indonesia menghadapi Thailand pada final Piala AFF 2002 di SUGBK, 29 Desember 2002.
Thailand lebih dulu unggul 2-0 melalui gol Chukiat Noosalung dan Therdsak Chaiman. Indonesia kemudian menyamakan kedudukan lewat Yaris Riyadi dan Gendut Doni.
Skor 2-2 bertahan hingga perpanjangan waktu. Pemenang kembali harus ditentukan melalui adu penalti. Thailand lagi-lagi menang 4-2 dan membawa pulang trofi Piala AFF 2002.
Kini, lebih dari dua dekade setelah pertemuan terakhir itu, Indonesia dan Thailand kembali bertemu dalam final di stadion yang sama. Bedanya, trofi yang diperebutkan adalah FIFA ASEAN Cup 2026.
Indonesia datang ke final setelah menghantam Bangladesh 9-2 dalam laga terakhir Grup A, Kamis, 1 Oktober 2026. Hasil itu membawa skuad Garuda mengoleksi tujuh poin dan finis sebagai juara grup, unggul atas Malaysia dalam produktivitas gol.
Thailand memastikan tiket final setelah mengalahkan Vietnam 2-0. Tim Gajah Perang menjadi juara Grup B, meski pada laga terakhir kalah 1-2 dari Filipina di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Jumat, 2 Oktober 2026.
Herdman dan Hudson Kembali Berhadapan
Final kali ini juga mempertemukan dua pelatih asal Inggris: John Herdman di kubu Indonesia dan Anthony Hudson yang menangani Thailand.
Herdman memiliki pengalaman berhadapan dengan Hudson ketika masih menangani Kanada. Saat itu, Hudson menjadi bagian dari tim kepelatihan Amerika Serikat.
Herdman mengatakan pengalaman tersebut membuat pertemuan di SUGBK menjadi lebih menarik. Ia menyebut Hudson mengetahui pendekatan permainannya karena pernah mempelajari Kanada ketika kedua tim bertemu.
“Dia tahu bagaimana saya bermain. Dia mempelajari Kanada ketika kami menghadapi Amerika Serikat dalam banyak pertandingan,” kata Herdman, Kamis, 1 Oktober 2026.
Herdman menyambut duel tersebut sebagai kesempatan bagi kedua pelatih untuk kembali beradu strategi. Namun, ia mengingatkan bahwa pekerjaan Indonesia belum selesai setelah memastikan tiket final.
“Saya bersemangat. Akan menyenangkan berjabat tangan dengannya di area teknis dan melihat dua orang Inggris saling beradu taktik. Ini akan bagus. Kami memiliki kesempatan untuk mengejar trofi pertama, menciptakan sejarah, dan terus membuat negara ini bangga,” ujar Herdman.
Di kubu Thailand, Hudson sejak sebelum turnamen bergulir telah menyatakan targetnya untuk membawa tim menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Hudson menilai persaingan turnamen kali ini lebih ketat dibandingkan Piala AFF sebelumnya. Menurut dia, sejumlah negara datang dengan membawa pemain-pemain utama.
“Saya pikir level turnamen ini jelas lebih tinggi karena semua tim membawa pemain-pemain utama. Pada AFF lalu, kami tidak membawa pemain utama. Kami ingin memenanginya. Itu target kami,” ujar Hudson.
Pertemuan Senin malam nanti pun bukan sekadar perebutan trofi. Bagi Indonesia, SUGBK menyimpan dua cerita pahit ketika Thailand datang sebagai lawan di partai puncak.
Kini, Garuda kembali memiliki kesempatan untuk menulis akhir yang berbeda.
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post