BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memastikan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga di Kecamatan Cibungbulang akan ditutup secara bertahap mulai tahun ini. Penutupan ini merupakan respons terhadap praktik open dumping yang selama ini digunakan, yang kini dianggap sudah tidak sesuai dengan regulasi dan standar pengelolaan sampah modern.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, menjelaskan bahwa penutupan TPAS Galuga tidak hanya sebatas menutup lokasi, tetapi juga mengubah pola pikir dalam pengelolaan sampah.
“Jadi harus dibuat mekanisme pengelolaan sampah yang tidak open dumping, tetapi menggunakan mekanisme dalam tanda kutip ‘modern’. Modern artinya bukan dari peralatannya, tapi dari pola pikir,” ujarnya kepada wartawan, Rabu, 20 Agustus 2025.
Untuk tahap awal, DLH Kabupaten Bogor mengajukan anggaran sebesar Rp17 miliar melalui APBD Perubahan 2025 untuk membiayai skema baru ini.
“Insya Allah tahun ini, kalau anggaran perubahannya disetujui,” tambah Teuku.
Skema baru pengelolaan sampah ini akan melibatkan edukasi menyeluruh, mulai dari rumah tangga tingkat RT/RW, desa, camat, hingga perkantoran, agar masyarakat terbiasa memilah sampah organik dan anorganik.
Sampah plastik, misalnya, dapat dijual atau diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar pabrik semen, sedangkan sampah organik diolah menjadi kompos.
Selain edukasi, Pemkab Bogor juga menyiapkan bank sampah di tingkat RT/RW serta sistem Material Recovery Facility (MRF) untuk memilah sampah lebih lanjut. Sistem ini ditujukan agar volume sampah yang masuk ke TPA bisa ditekan seminimal mungkin.
“Dengan MRF, sampah bisa dipilah sampai tuntas sehingga residu yang masuk ke TPA sangat sedikit,” jelas Teuku.
Meski beberapa pihak mengusulkan insinerator, Teuku menegaskan opsi ini tidak realistis. Menurutnya, insinerator berpotensi menghasilkan gas beracun dan membutuhkan energi besar.
“Yang realistis adalah pemilahan, bank sampah, RDF, dan MRF. Itu yang akan kita jalankan,” pungkasnya.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post