BogorOne.co.id | Jakarta – Geliat sepak bola nasional memasuki babak baru setelah jendela transfer paruh musim Super League 2025/2026 resmi ditutup pada Jumat, 6 Februari 2026 malam. Tercatat, sebanyak 10 pemain diaspora berlabel Timnas Indonesia dipastikan berkompetisi di dalam negeri musim ini.
Kembalinya para pemain keturunan ini merupakan buah dari gelombang naturalisasi PSSI yang kini mulai menyasar klub-klub domestik sebagai pelabuhan karier mereka.
Persija Jakarta Paling Agresif
Pada putaran pertama, lima nama besar sudah lebih dulu merumput, yakni Jordi Amat, Rafael Struick, Thom Haye, Eliano Reijnders, dan Jens Raven. Memasuki awal tahun ini, lima nama tambahan menyusul untuk memperkuat klub-klub tanah air di putaran kedua.
Mereka adalah Mauro Zijlstra, Ivar Jenner, Dion Markx, Shayne Pattynama, dan Cyrus Margono.
Persija Jakarta mencuat sebagai tim paling agresif dalam perburuan pemain keturunan. Dengan bergabungnya tiga nama baru di jendela transfer kali ini, tim berjuluk Macan Kemayoran itu kini memiliki total empat pemain diaspora. Langkah berani ini diambil demi mengejar ambisi juara musim ini sekaligus mengamankan tiket ke kompetisi tingkat Asia.
Persib Bandung Fokus di Asia
Tak mau kalah, rival abadi mereka, Persib Bandung, kini mengoleksi tiga pemain diaspora utama. Jika menghitung total pemain naturalisasi, jumlahnya lebih banyak dengan kehadiran Marc Klok sebagai pilar senior.
Ambisi Maung Bandung sangat jelas: mempertahankan gelar juara liga dan berbicara banyak di level kontinental. Saat ini, Persib tengah bersiap menghadapi wakil Thailand, Ratchaburi, di babak 16 besar Liga Champions Asia Two (ACL 2).
Rekapitulasi 10 Pemain Diaspora di Super League:
-
Jordi Amat
-
Rafael Struick
-
Thom Haye
-
Eliano Reijnders
-
Jens Raven
-
Mauro Zijlstra
-
Ivar Jenner
-
Dion Markx
-
Shayne Pattynama
-
Cyrus Margono
Editor : Muttaqien























Discussion about this post