BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mencatat 11 insiden akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda kota itu pada Selasa, 18 November 2025. Hingga pukul 20.30 WIB, total 34 kepala keluarga atau 102 warga dilaporkan terdampak.
Kepala BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, mengatakan laporan yang masuk didominasi kerusakan atap bangunan.
“Hampir seluruh laporan berkisar pada kerusakan atap, baik yang ambruk maupun terbawa angin,” ujarnya.
Kerusakan atap terjadi di sejumlah titik, antara lain Kampung Kramat di Kelurahan Tanah Baru, Kampung Muara di Kelurahan Sindangrasa, Sadane Empang di Kelurahan Empang, serta Kampung Semplak di Kelurahan Bubulak.
Insiden serupa juga tercatat di Kampung Pancasan Baru dan Kampung Muara di Kelurahan Pasir Jaya, serta Kampung Bojong Menteng. Satu laporan tambahan masih ditangani petugas di wilayah Cikaret.
Selain kerusakan bangunan, tiga pohon tumbang turut dilaporkan. Sebuah pohon Ketapang ambruk dan menimpa pos keamanan di Kelurahan Sempur. Pohon Mindi tumbang di area parkir RS Ummi, Kelurahan Empang, menimpa beberapa sepeda motor.
Di Asrama Brimob Lawanggintung, pohon Kicopong tumbang mengenai rumah milik warga bernama Sukarto.
BPBD menyebut evakuasi pohon tumbang di Lawanggintung belum dapat diselesaikan malam ini karena lokasinya berada di bantaran Kali Cibalok yang debit airnya masih tinggi.
“Proses evakuasi akan dilanjutkan besok pagi demi keselamatan petugas,” kata Dimas.
BPBD Kota Bogor mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan dan memantau perkembangan cuaca selama kondisi cuaca ekstrem masih berlangsung.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post