BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – 127 rumah di Kampung Cianten, Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat rusak ringan hingga sedang akibat gempa bumi. Satu rumah rusak berat dan satu musala juga terdampak gempa yang terjadi Minggu, 21 September 2025 malam.
Kapolsek Leuwiliang Kompol Maryanto mengatakan, pendataan sementara menunjukkan mayoritas rumah mengalami retakan dan kerusakan pada dinding serta atap.
“Total ada 127 rumah rusak ringan, satu rumah rusak berat, dan satu musala ikut terdampak. Saat ini petugas sudah berada di lokasi untuk mendampingi warga,” kata Maryanto, Senin, 22 September 2025.
Petugas gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri telah diterjunkan untuk membantu warga terdampak.
Gempa utama berkekuatan 4,0 magnitudo terjadi Sabtu, 20 September 2025 pukul 23.47 WIB. Episentrum berada di darat pada kedalaman tujuh kilometer di Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi.
BMKG menyebutkan gempa dipicu aktivitas sesar aktif dangkal dengan mekanisme geser (strike-slip fault).
Sejak guncangan pertama, warga terus diguncang gempa susulan dengan intensitas lebih kecil namun frekuensi cukup sering. BMKG menyebut fenomena ini sebagai gempa swarm.
Tokoh warga Kampung Cianten Husin Mubarok mengatakan gempa susulan terjadi hampir setiap jam, kadang disertai suara gemuruh.
“Yang besar terasa pada malam Minggu dan kemarin sore, sampai rumah seperti mau ambruk,” kata Husin.
Kondisi tersebut membuat warga enggan tidur di dalam rumah, terutama malam hari. Sebagian besar mendirikan tenda di pekarangan sebagai tempat berlindung sementara.
“Kalau malam, kami lebih aman di tenda. Trauma, takut kalau tiba-tiba ada gempa lagi. Apalagi sudah ada rumah yang roboh,” ujar Husin.
Hingga Senin, 22 September 2025 malam, warga masih bertahan di tenda darurat sambil menunggu gempa susulan mereda. Aparat gabungan terus siaga mendampingi masyarakat terdampak bencana.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post