BogorOne.id | Caringin — Ratusan warga di Kampung Wangun Jaya RT 01 dan RT 07 RW 01, Desa Pasir Buncir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, mengeluhkan kondisi akses jalan yang masih terisolir. Akibatnya, sekitar 150 kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut harus menempuh jalur sulit setiap kali hendak berobat, bahkan warga yang sakit kerap ditandu menggunakan sarung.
Keluhan itu disampaikan Ketua RT 07, Sudin, langsung kepada Camat Caringin, Ramdan Firdaus, dalam pertemuan di kantor kecamatan, Kamis 30 Oktober 2025.
Menurut Sudin, pengajuan pembangunan jalan menuju kampungnya sebenarnya telah dilakukan sejak tahun 2017. Bahkan, warga telah bersedia menghibahkan sebagian tanahnya agar jalan bisa dibangun dan dilalui kendaraan roda empat.
“Kalau diajukan sudah lama, namun belum juga terealisasi. Memang ada satu pemilik tanah yang menjadi kendala,” ujar Sudin.
Ia mengungkapkan, warga sangat menderita setiap kali ada warga yang sakit atau hendak melahirkan, karena akses menuju jalan utama tidak dapat dilalui kendaraan bermotor.
“Selama ini kalau ada warga sakit, harus ditandu pakai sarung. Kami mohon kepada Pak Camat agar bisa membantu memperjuangkan jalan ini,” katanya.
Sudin menambahkan, warga yang menghibahkan tanah sudah menyerahkan KTP dan dokumen pendukung ke pihak desa sebagai bukti hibah resmi.
“Alhamdulillah, KTP dan berkas lainnya sudah diserahkan ke desa, jadi hibahnya bukan hanya ucapan,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Caringin, Ramdan Firdaus, mengatakan akan menindaklanjuti aspirasi warga tersebut dengan berkoordinasi bersama pemerintah desa dan pihak terkait untuk mencari solusi atas lahan yang masih menjadi kendala.
“Usulan ini sangat baik karena untuk kepentingan masyarakat. Kami akan koordinasikan dengan pihak desa agar bisa dicarikan jalan keluar, terutama terkait tanah yang belum dihibahkan,” ucapnya.
Ramdan juga mengingatkan agar proses hibah tanah dilakukan secara resmi melalui dokumen tertulis agar memiliki kekuatan hukum.
“Hibah tanahnya harus tertulis, jangan hanya lisan. Supaya semuanya jelas dan resmi,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Sekretaris Desa Pasir Buncir, Akmali, membenarkan bahwa pembangunan jalan menuju Kampung Wangun Jaya sudah lama menjadi prioritas desa, namun terkendala oleh satu pemilik lahan yang belum bersedia melepas tanahnya.
“Hambatannya tinggal satu orang pemilik tanah, karena merasa sudah banyak memberikan untuk jalan sebelumnya. Tinggal dicari solusi terbaik agar semua pihak bisa sepakat,” ujarnya.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : Muttaqien
























Discussion about this post