BogorOne.co.id | Bekasi – Sebanyak 315 pembalap cilik memeriahkan Push Bike Competition 2025 yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-16 Journalist MTB di kawasan Grand Wisata, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 18 Otober 2025. Kompetisi sepeda tanpa pedal ini berlangsung sejak pagi hingga sore hari dan menarik antusiasme tinggi dari anak-anak peserta serta para orang tua.
Ketua Journalist MTB, Yayus Yuswoprihanto, mengatakan para peserta terbagi dalam beberapa kategori berdasarkan tahun kelahiran, mulai dari 2023 hingga kategori bebas atau FFA. Setiap pembalap dibedakan dalam kelas boys dan girls, dengan lima kasta kompetisi, yaitu elite, novice, rookie, beginner, dan newbie.
“Membeludaknya pendaftar bahkan memaksa panitia memecah kategori Boys 2022 dan 2021 ke dalam dua pot. Setiap pot berisi 40 peserta, sehingga total mencapai 80 pembalap cilik. Ini angka yang masif,” ujar Yayus dikutip dari beritasatu.com.
Yayus menjelaskan, ajang ini menjadi wadah pembibitan atlet sepeda sejak usia dini dan rutin diselenggarakan setiap tahun oleh komunitas wartawan pecinta sepeda gunung tersebut.
Ketua Panitia 16th Journalist MTB, David Gita Roza, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, orang tua, serta komunitas sepeda yang berpartisipasi.
“Gelaran rutin yang telah berjalan di tahun kelima ini merupakan bentuk nyata komitmen Journalist MTB dalam mencetak bibit baru pesepeda usia dini,” ujarnya.
Para pemenang mendapatkan berbagai apresiasi, mulai dari piala eksklusif, hadiah barang, hingga dana pembinaan bagi juara elite. Selain itu, panitia menyiapkan 17 doorprize menarik dan satu grand prize berupa asuransi kesehatan dengan nilai pertanggungan hingga Rp1 miliar.
Dukungan dari sejumlah mitra strategis turut memeriahkan kegiatan ini, termasuk melalui kegiatan fun bike bersama di area Grand Wisata sebelum kompetisi dimulai.
“Ini merupakan acara yang ditunggu-tunggu, keren, dan konsisten dalam pelaksanaannya,” ujar Rabiyul Adawiyah dari tim Weekendrider.
Salah satu peserta, Kalifa, berhasil meraih juara pertama di kelas beginner. Ayahnya, Yo, mengaku bangga dengan pencapaian putrinya.
“Dia suka sepeda tanpa pedal sejak usia satu-dua tahun. Ke depan kami akan terus ikut kompetisi untuk melatih kemampuannya,” katanya.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post