BogorOne.co.id | Tamansari – Untuk memenuhi kebutuhan pangan PT Bumi Tama Agrolestari (BTA) menanam berbagai macam buah-buahan dan sayuran seperti, Salad, pakcoy, bayam, tomat Cherry hingga bibit buah melon minion sistem hidroponik.
Penanaman dilakukan di Kampung Sukaresmi RT 03/02, Desa Sukaresmi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.
Direktur PT. Bumi Tama Agro Lestari Furkon Hidayat mengatakan, untuk penanaman bibit sebanyak 400 bibit. Dan awal penanaman bibitnya melon minion hybrid
“Saya juga belum tau hybrid nya dari apa, cuma ini variasi baru untuk melon minion ini,” ujarnya.
Dari awal tanam sampai panen itu kita ambil 3 bulan dari semai hingga jadi buah, tapi kita ambil buahnya satu setiap pohonnya untuk melon minion, karena untuk 2 atau 3 buah tingkat rasa dan manisnya akan berkurang.
Dijelaskannya, bahwa yang membedakan melon minion ini adalah, dengan warna kuning didalam nya dan kecil buahnya, juga punya serat.
“Beda halnya buah melon lainya, seperti tazmahal, sweetnet, Intanon dan rasa nya pun berbeda, serta memiliki dua variasi crispy dan lembut. dengan warna kuning didalamnya dan kecil buahnya,” kata Furkon disapa Fatek kepada BogorOne, Rabu (12/10/22).
Lanjut Fatek, untuk masa panen melon minion dengan waktu 3 bulan cuma sekali. “Di samping itu juga, berat buah melon minion sendiri satu tidak sampai satu kilo, mungkin 1/2 kilo karena buahnya kecil,” jelasnya.
Untuk media tanamnya kata dia, pihaknya pakai media kokopit yang bisa di ekspor, serta tingkat bakterinya redah. Dia hampir sama dengan mos magnum, cuma mos magnum itu terlalu mahal dan kebutuhan airnya harus banyak.
“Sedangkan kokopit itu dari serabut kelapa cuma harus zat tanin nya yang sudah tidak ada, dengan cara dicuci dulu,” paparnya.
Kata dia, melon minion merupakan hasil karya anak bangsa, yakni dr Azis dan Grek Hambali sebagai pemuliah buah dan tanaman, seperti buah melon minion ini.
Di Kecamatan Tamansari menurut Fatek, pembibitan melon minion baru hanya di PT Bumi Tama Agrolestari, cuma untuk di dramaga dari Dokter Azisnya sudah ada.
“Tapi untuk yang pertama saya beli launching di godong ijo cuma tidak pake biji hanya melonnya saja,” ungkapnya.
Karena kebunnya berkonsep Agrowisata dan edukasi, sehingga banyak orang datang ke lokasi tersebut. “Ya, ada yang dari pertanian, seperti pensiunan bingung kita main pertanian kita bisa ajarkan disini untuk ekspornya segala macam birokarasinya kita ajarkan,” tambah Fatek (Yud)

























Discussion about this post