BogorOne.co.id | Kota Bogor – Bencana longsor yang terjadi di Gang Barjo Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah, beberapa waktu lalu, mengundang perhatian dan menjadi keprihatinan banyak pihak, salah satunya dari Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor.
Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira Gusniawan meninjau dan menyerahkan bantuan untuk korban longsor yang saat ini diungsikan di Masjid Nurul Ikhlas, Senin (17/10/22).
Bantuan yang diberikan berupa 15 buah cangkul, 100 karung plastik, 20 pakaian layak pakai, 5 dus susu UHT, 10 dus air mineral, abon sapi, biskuit, serta uang tunai.
Rino juga berdialog dengan sejumlah pengungsi dan menyampaikan rasa empati atas musibah yang dialami warga.
“Mudah-mudahan kedepan, tidak ada bencana sepert ini lagi. Dan Permda Tirta Pakuan sudah menerjunkan tim, untuk memenuhi kebutuhan air bersihdi daerah sini,”ungkap Rino.
Rino menambahkan, Perumda Tirta Pakuan akan terus menyalurkan bantuan pada masa tanggap darurat untuk membantu meringankan beban warga.
“Kita juga sudah meminta data kepada pihak kelurahan serta kecamatan, terkait daerah mana saja yang memerlukan bantuan serta penanganan terkait pasokan air bersihnya,”kata Rino.
Dijelaskannya, terkait bantuan bencana, pihaknya mensupport air bersih apabila dari BPBD membutuhkan air bersih. Khusus di posko bencana dan pengungsian Gang Kepatihan dan Barjo sudah disiapkan air untuk dapur umum.
Hal itu kata Rino, untuk memudahkan masyarakat yang terdampak mendapatkan air bersih. Tadinya lanjut dia, akan pasang Tangki Hidran Umum (TAHU) tetapi akses terbatas juga membutuhkan lahan yang cukup besar sehingga TAHU tidak bisa masuk.
“Jadi diterjunkan mobil tangki air bersih. Selain itu Direktorat teknik dan pengaliran, di titik warga yang terdampak bencana dipasang meter sementara untuk masyarakat, sehingga warga di sekitar lokasi bencana masih bisa mendapatkan pelayanan air bersih dari kami,” tandas dia.
Ia menegaskan, sebagai bentuk kepedulian Tirta Pakuan, akan membantu para korban bencana juga yang saat ini tengah dilihat kebutuhan apa yang urgensi. (*)
























Discussion about this post