BogorOne.co.id | Kota Bogor – Dalam menjaga pencemaran lingkungan dimasyarakat. Siswa sekolah SD Negeri Pengadilan 5 Kota Bogor mengumpulkan minyak bekas pakai (Jelantah) yang nantinya menjadi nilai ekonomis.
Dalam hal ini sekolah SD Negeri Pengadilan 5 bermitra dengan bank sampah barokah yang peduli terhadap lingkungan.
Kepala sekolah SD Pengadilan 5, RR. Loro Artis Anggraeni mengatakan, pihaknya membangun kemitraan dnegan bank sampah barokah di awali dengan Diklat disalah satu hotel yang ada di wilayah tajur itu semua SD se-Kota Bogor, kaitan penduli lingkungan.
“Nah, disitu kita mendapatkan ilmu dari satu, kemudian kita terapkan di sekolah,” ujarnya kepada BogorOne, Kamis ,(10/11/22).
Titik disapa Artis menuturkan, ternyata dapat diterapkan di sekolah-sekolah dengan memanfaatkan lingkungan, dari pemanfaatan sampah jadi 3R ( reduce, reuse, recyle) disitu diperlihatkan mulai dari ecobrik.
“Anak anak mulai peduli terhadap sampah. Sampahmu adalah sampahku, aku jaga alam dan alam menjaga kita, dan di sekolah itu mulai diterapkan,” kata dia
Kata Artis, selain daur ulang sampah yang bisa dimanfaatkan, pihaknya juga mengurangi limbah dapur berupa minyak jelantah. “Jadi setiap anak didiknya mengumpulkan jelantah setiap bulan di tanggal 10,” tuturnya
Dijelaskannya, minyak jelantah itu nanti diolah dibawa sama tim peduli lingkungan, dan pihaknya dapat kontribusinya berupa rupiah.
“Dari hasil penjualan jelantah kita belikan pupuk tanaman, pot serta alat alat yang lain untuk bercocok tanam di sekolah,” paparnya.
Adapun pengumpulan minyak jelantah di sekolahnya baru berjalan dua bulan ini. Bulan Oktober dapat kontribusi sebesar 300 ribu lebih. Dan uang tersebut belum belum dipergunakan untuk apapun, karena kalo mau dibelikan pun belum mencukupi. Mungkin di tahap berikutnya baru bisa beli alat untuk bercocok tanam .
“Insyaallah kedepannya kami sudah siap-siap untuk membuat SK kepengurusan peduli lingkungan, dan kita pun akan membentuk duta lingkungan,” tambah Artis.
Sementara itu ketua Bank sampah barokah Darga Sulton menyampaikan, saat ini baru 20 sekolah, baik dari PAUD, SD yang sudah bermitra dengan bank sampah barokah.
“Namun karena dua tahun pandemi covid-19, jadi program tidak berjalan, serta kepala sekolah di rotasi itu yang menjadi faktor,” tuturnya.
Untuk pihak-pihak yang bermitra kata dia, selain anak di edukasi dan bagaimana meningkatkan nilai ekonomi dari orang tua dia juga berharap sekolah punya satu keunikan yaitu, sekolah tematik.
“Anaknya sekolah dan orang tuanya kita berikan keterampilan seperti buat cempal, kesetan dari barang bekas yang bisa dilaksanakan di rumah masing. Dan ini bisa menjadi sumber pemasukan buat mereka,” kata dia.
Disamping itu juga pihaknya juga terus gali potensi, baik di lingkungan sekolah, hingga orang tua murid agar mempunyai keterampilan mulai dari menjahit, kuliner ecraft.
“Jadi bagaimana potensi tersebut kita kembangkan sebagai mitra mereka dan kita bantu memasarkannya,” pungkasnya.
“Komunitas bank sampah siap mendukung bagi sekolah di Kota Bogor yang inggin melaksanakan kegiatan sekolah Berwawasan Lingkungan (Adiwiyata),” pungkasnya. (Yud)
























Discussion about this post