BogorOne.co.id | Kota Bogor – Lebih dari 2.000 benda pusaka dari berbagai daerah di Indonesia dipamerkan dalam Temu Rasa Pelestari Golok Pedang Parang Nusantara di Pasar Gembrong Sukasari, Kota Bogor, Jumat, 5 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung hingga Minggu, 7 Juni 2026, itu mempertemukan kolektor, pelestari, dan pemerhati pusaka dari delapan provinsi. Berbagai jenis golok, pedang, parang, serta senjata tradisional dengan nilai sejarah dan filosofi budaya dipamerkan kepada masyarakat.
Ketua Pelaksana kegiatan, Gatut Susanta, mengatakan sejumlah peserta turut menyumbangkan koleksi pusaka untuk mengisi Museum Pajajaran sesuai harapan Pemerintah Kota Bogor.
“Hari ini kedatangan peserta dari delapan provinsi yang menampilkan pusaka-pusaka terbaiknya. Kemarin kami diminta oleh Pak Wali Kota untuk mengisi Museum Pajajaran, dan alhamdulillah teman-teman bersedia memberikan pusaka terbaiknya untuk disimpan di Museum Pajajaran,” kata Gatut di lokasi acara.
Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian roadshow nasional pelestarian golok, pedang, dan parang Nusantara yang sebelumnya telah digelar di sejumlah daerah, termasuk Yogyakarta.
Gatut menyebutkan antusiasme peserta cukup tinggi dengan jumlah koleksi yang dipamerkan mencapai lebih dari 2.000 pusaka dari berbagai wilayah Indonesia.
“Sekarang yang hadir hampir 2.000 lebih pusaka se-Indonesia. Ini menunjukkan betapa hebatnya para leluhur kita. Ribuan tahun yang lalu mereka sudah mampu menempa logam menjadi karya yang begitu indah dan bernilai tinggi,” ujarnya.
Selain pameran, kegiatan tersebut juga menjadi forum diskusi bagi pegiat budaya untuk berbagi pengetahuan mengenai sejarah, filosofi, serta teknik pelestarian pusaka tradisional.
Menurut Gatut, kegiatan itu juga menjadi bagian dari upaya mendukung pengajuan golok, pedang, dan parang Nusantara sebagai Warisan Budaya Takbenda dunia ke UNESCO. Melalui rangkaian roadshow yang digelar di berbagai daerah, para pelestari berharap kekayaan budaya Nusantara semakin dikenal masyarakat internasional.
Ia mengatakan rangkaian kegiatan serupa akan berlanjut ke kawasan bersejarah Majapahit dan Sriwijaya sebagai bentuk dukungan terhadap program “Golok Go To UNESCO”.
“Kami sudah membuat kegiatan ini di berbagai tempat, terakhir di Jogja. Rencananya nanti akan berlanjut ke Majapahit dan Sriwijaya untuk bersama-sama mendukung kegiatan Golok Go To UNESCO,” kata Gatut.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post