BogorOne.co.id | Kota Bogor – Kafe n Resto Bajawa Flores Bogor tetap bebas beroperasional, sebab Satpol PP Kota Bogor tak jadi melakukan penyegelan Jumat 18 November 2022.
Dikonfirmasi mengenai batalnya menyegel tempat usaha yang masih bodong itu, Kepala Satpol PP Kota Bogor Agustian Syach mengaku bukan karena adanya intervensi dari pihak manapun.
Tetapi karena dirinya sedang dinas diluar kota, sedangkan segel harus ada tandatangan asli dari dirinya. “Kebetulan, saya ada tugas di luar Bogor sampai akhir pekan ini. Mudah-mudahan, surat penyegelan bisa saya tandatangan langsung pekan depan,” kata Agus, Kamis (17/11/22).
Dirinya mengklaim, bahwa kemarin-kemarin belum sempat ditandatangan (surat penyegelan, red), karena kebetulan juga banyak agenda diluar Bogor.
“Salahsatunya adalah agenda Porprov, dan sekarang disambung dengan kegiatan lain di luar Bogor juga,” kilahnya
Namun, Demak sapaan akrab Kasatpol PP itu berjanji, akan tetap memasang segel di Bajawa bahkan tempat-tempat usaha lainnya yang tidak berizin, jika saat mereka dimintai kelengkapan izin belum bisa memperlihatkannya.
“Kita bertugas sesuai aturan yang ada atau on the track. Jadi, tidak ada intervensi dalam hal ini. Dan ditundanya penyegelan Bajawa bukanlah hal yang sengaja, tapi karena kebetulan saja saya banyak tugas di luar Bogor,” terangnya.
Hal itu menuai kritik anggota Komisi I DPRD Kota Bogor, Akhmad Saeful Bakhri (ASB). Dia meminta minggu depan tidak ada alasan lagi bagi Satpol PP untuk action melakukan penyegelan.
“Mereka itu bertugas sesuai amanat perda atau diatur oleh hukum yang ada. Jadi, jangan banyak alasan lagi. Kalau sudah waktunya disegel ya segel. Kalau harus dibongkar, yang jangan ragu juga untuk dibongkar,” ujarnya.
Wakil rakyat yang dikenal memiliki gaya nyentrik rambut pirang itu, meminta kepada aparat penegak perda agar terus menggunakan ‘kacamata’ kuda dalam menjalankan aturan.
“Jika di pertengahan jalan ada sejumlah intervensi dalam hal menegakan aturan, Satpol PP jangan terpengaruh. Jalan terus saja, karena aturan hukumlah yang sedang dijalankannya,” katanya.
Gus M sapaan akrabnya menjelaskan, pihaknya bukan tidak senang adanya tempat usaha baru hadir, karena selain bisa menambah pundi-pundi penghasilan Pemkot Bogor.
Selain itu juga tentu, bakal menekan angka pengangguran yang saat ini kota Hujan masuk tiga besar se-Jawa Barat untuk urusan penganggurannya.
“Kita dari dewan dan pemkot, tentu tidak ingin mempersulit investasi yang masuk. Hanya saja, pengusaha harus ikut aturan main yang ada. Jangan karena merasa memiliki beking kuat, pengusaha tersebut jadi seenaknya. Dan jangan ragu juga kepada investor jika merasa dipersulit, untuk melaporkannya,” tandasnya. (Fry)
























Discussion about this post