BogorOne.co.id | Kota Bogor – Pengunjung Taman Kencana, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, dibuat takjub dengan pertunjukan musik tradisional karinding. Alat musik kecil berbahan dasar bambu itu sukses membuat pengunjung taman terpukau.
Tidak hanya memainkan dengan sederhana, karinding ini dikombinasikan dengan musik mulut yang sering disebut ‘Beatbox’.
Sekira 14 orang dari pemain karinding dan beatbox bergabung dalam satu panggung. Saling balas ritme musik pun dipertontonkan kepada pengunjung.
Salah satu panitia acara Irma Siti Nurafiani mengatakan, jadi acara ini sebetulnya mengangkat tema budaya dan milenial. Di mana budayanya itu ada karinding di sana yang merupakan alat musik tradisional sunda, kemudian diversus dengan beatbox yang merupakan ciri khasnya milenial.
“Jadi intinya bahwa kebudayaan bisa masuk ke manapun,” kata Irma, Sabtu (24/12/22).
Irma menjelaskan, kolaborasi yang dipertontonkan ini sekaligus juga meperkenalakan inovasi dari musik karinding itu sendiri.
Di mana meskipun sederhana, karinding bisa masuk kesegala aliran musik dan kesenian jika dimainkan secara benar.
“Sebetulnya tujuannya yang pertama pastinya melestarikan budaya karena karinding alat musik kebudayaan sunda, terus juga mengingatkan dan memperkenalkan dan memberikan edukasi kepada milenial bahwa ada alat musik tradisional yang ternyata bisa dipakai dan dikolaborasikan oleh kaum milenial,” jelasnya.
Irma pun berharap, para remaja dan masyarakat Kota Bogor terus melestarikan alat musik ini dan berharap ke depannya, akan banyak lahir kolaborasi dari milenial yang dipadukan dengan alat musik tradisional.
“Ke depannya mungkin nanti ada karinding versus metal atau dengan kebudayaan lain misalnya mengiringi lagu poco-poco gitu. Sehingga anak-anak muda itu mengenal kebudayaan alat musik tradisional yang harus dilestarikan,” tandasnya.
Ditempat terpisah Wakil Walikota Bogor Dedie Rachim mengatakan, luar biasa sore hari ini alam berpihak kepada kita ditengah-tengah tadi cuaca mau hujan,” ujarnya.
Kemudian, kita bersyukur pada sore hari ini kita bisa bersama sama silaturahmi lebih mengenal lagi alat musik tradisional sunda.
“Jadi ini perlu dilestarikan, dan perlu dikembangkan, dan kedepannya bisa mewarnai kehidupan kita didalam masyarakat Kota Bogor,” ucapnya.
Yang paling penting pembangunan bukan hanya infrastruktur tetapi pembangunan manusia harus mendapat perhatian juga. Ini salah satu upaya membangun manusianya.
“Mudah-mudahan dengan langkah hari ini, kita mendapatkan kemudahan, jalan, dan apa yang diikhtiarkan oleh budayawan bersama pupuhu di berikan jalan yang menghasilkan sesuatu yang terus kita ingat kedepan nya,” tandasnya. (Yud)
























Discussion about this post