BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Kepala UPT Pelaksanan Teknis Infrastruktur Jalan Jembatan Kelas A wilayah III DPUPR Kabupaten Bogor, Andry Wistiantio mengklaim program pembangunan infrastruktur peningkatan jalan di wilayahnya tahun 2022 lalu sudah terealisasi 100 persen.
Dia mengatakan, infrastruktur yang sudah selesai dikerjakan diantaranya pemeliharaan jalan, peningkatan jalan dan juga pembangunan tembok penahan tanah (TPT). Kemudian, wilayah yang mendapat jatah pembangunan tersebar di beberapa titik, diantaranya Dramaga, Ciomas, Tamansari dan Cijeruk.
“Kita lakukan pemeliharaan sekaligus peningkatan jalan dengan betonisasi. Kemudian ada juga pembangunan TPT, dimana semuanya anggaran dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor,” kata Andry kepada BogorOne, Kamis 5 Januari 2022.
Ia menjelaskan, kegiatan infrastruktur di 2022 itu seluruhnya ada 20 kegiatan, dan terbanyak kegiatan peningkatan jalan (betonisasi), serta pemeliharaan rutin seperti pengaspalan dan tambal sulam.
“Kalau usulan dari bawah, Kecamatan dan Desa itu banyak, tetapi setelah diajukan ke Pemda untuk 2022 lalu, hanya 20 kegiatan. Dari semua itu, anggaran terbesar adalah betonisasi di wilayah Tamansari karena jaraknya cukup panjang yaitu dari Ciapus hingga Kota Batu dengan anggaran sebesar Rp 10 miliar,” paparnya.
Namun secara keseluruhan, kata Andry, totalnya sekitar Rp 30 miliar untuk 20 kegiatan tersebut, seperti pemeliharaan jalan dan juga perbaikan drainase serta TPT.
“Kalau untuk pemeliharaan jalan, draine dan TPT rata-rata di bawah Rp 1 miliar. Tapi kalau ditotalkan kurang lebih Rp 30 miliar,” ujarnya.
Andry pun mengaku, sesaat sebelum pengerjaan tentu terdapat beberapa kendala, misalnya pelaksanaan baru terlaksana di bulan Juli atau Agustus. Meski begitu, progres pekerjaan dapat selesai di akhir 2022 lalu.
“Memang kemarin itu ada kendala, tetapi lebih ke waktu atau teknis, kemudian cuaca juga. Tapi semuanya bisa dijalankan dengan baik oleh pihak ketiga sehingga progresnya bisa selesai sebelum akhir tahun 2022 kemarin,” bebernya.
Kemudian untuk di 2023, pihaknya belum tahu berapa banyak pekerjaan yang akan dilakukan di wilayahnya dari Pemda Kabupaten Bogor.
“Seperti yang tadi, kalau untuk usulan atau yang diajukan ke Pemda itu banyak, tapi kan dicari yang lebih prioritas dan kita belum tahu berapa banyak, karena yang memutuskan dari sana (dinas), kita hanya menjalankan tugas,” tandasnya.
Terpisah, Yudi warga Tamansari Bogor mengaku, senang karena kondisi jalan di wilayahnya kini lebih tertata dan juga tidak cepat rusak.
“Dulu di sini cepat rusak, terus dibenerin tapi tidak lama rusak lagi. Kalau sekarang kan di beton, jadi kualitasnya cukup baik dan tidak cepat rusak,” ucapnya.
Meski infrastruktur jalan sudah baik, tetapi dirinya menyampaikan agar pihak terkait memperhatikan kondisi saluran air (drainase), sebab jika hujan turun air yang mengalir di drainase terkadang meluap dan tumpah ke jalan.
“Jadi itu saja sih, drainasenya perlu di tata juga supaya berimbang, supaya tidak ada luapan air ke jalan saat hujan,” pungkasnya. (Yud)
























Discussion about this post