BogorOne.co.id | Kota Bogor – Menuju panggung Pilkada Kota Bogor yang akan digelar November 2024, peta politik di kota hujan terus menghangat, sebab banyak sosok baik dari partai maupun non partai yang ikut penjaringan untuk mendapatkan tiket.
Dari sederet sosok yang tengah berupaya mewujudkan hasratnya menjadi pucuk pimpinan di kota hujan, juga muncul sosok politisi ulung Usmar Hariman yang juga akan ikut bertarung untuk ikut merebut kursi sang mantan.
Usmar Hariman merupakan mantan pendamping Bima Arya sebagai kepala daerah Kota Bogor periode 2009-2014. Dirinya juga merupakan mantan Ketua DPC Demokrat Kota Bogor saat dirinya menduduki kursi legislatif hingga menjadi Wakil Wali Kota.
Dirinya ikut penjaringan di Partai berlambang bintang mercy untuk mendapatkan rekomendasi guna bisa melaju ke arena pertarungan perebutan kursi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor.
Dirinya mengatakan dalam perhelatan Pilwalkot Bogor kali ini, fenomena yang agak menarik begitu banyak calon-calon dari luar partai yang muncul dibanding dari internal partai-partai yang ada, baik para ketua dan kader partai itu sendiri.
“Sangat-sangat miris, partai kan tugas utamanya pengkaderan menghasilkan pemimpin, tapi jika melihat jelang Pilwalkot saat ini, nampaknya lebih banyak calon-calon yang tidak berpartai,” jelas Usmar, Minggu 12 Mei 2024.
Menurut Usmar, hal itu bisa di lihat dari euforia satu bakal calon berbondong – bondong daftar ke partai a lalu ke partai b dan seterusnya. Menurutnya agak mengkhawatirkan terhadap tugas fungsi utama partai untuk menghasilkan kader terbaiknya.
Dia mengaku, sebagai kader partai dan cukup lama di dunia politik Kota Bogor dirinya telah mengengmas banyak pengalaman, sebab pernah jadi anggota DPRD 2 periode dan 1 kali wakil walikota dan beberapa kali ketua partai Demokrat Kota Bogor, akhirnya turut serta penjaringan internal Partai Demokrat.
“Alhamdulillah sampai tahapan saat ini sAudah masuk fase penjaringan dan dari yang daftar ke demokrat 9 bakal calon, menyusut jadi 6 bakal calon dan bapak salah satunya,” jelasnya.
Menyikapi soal peluang koalisi Golkar – Demokrat untuk Pilwalkot Bogor dirinya menegaskan bahwa dalam partai itu tidak ada hak otonom, semua pusat yang putuskan.
Tapi lanjut dia, melihat di pusat yang terbangun koalisi Indonesia Maju (KIM) dalam sartu wadah di Pemilihan Presiden (Pilpres) maka itu tidak mentup kemungkinan terjadi di Kota Bogor.
“Kalau secara platform sih cocok yah, hanya karena jumlah yang ingin maju banyak, jadi perlu penjajakan yang mendalam, normatifnya dari aspek elektoral 7 + 3 pas syarat 20 persen,” tuturnya.
Alasan lain dirinya ikut maju daftar penjaringan adalah sebagai upaya menjaga marwah partai, karena sampai batas akhir dari internal partai tidak ada yang maju. Untuk tahapannya saat ini sedang di godog partai dan dirinya berharap masuk dalam proses ke DPD dan DPP.
“Jadi, setelah diskusi dengan bu ketua, saya putuskan ikut penjaringan pada tanggal 29 April 2024 dan seluruh persyaratan saya kebalikan oleh tim ses bpk Maulana Djauhari pada tanggal 30 April 2024 siang,” tambah dia.
Dengan pengalaman yang dimilikinya selama menjadi anggota parlemen dan Wakil Wali Kota Bogor maka dia lebih mengetahui apa yang menjadi kebutuhan masyarakat Kota Bogor.
Untuk itu, dia mengusung visi yang nantinya akan di kemas dalam program diantaranya meningkatkan kesempatan pendidikan yang setara, meratakan sarana dan prasarana kota yang setara, meratakan kesempatan kerja yang berkelanjutan.
Selanjutnya adalah meningkatkan nilai-nilai karakter masyarakat melalui pendalaman agama dan pendekatan seni kreatif dan kearifan budaya, menguatkan ekomoni dan sosial masyarakat menengah dan meningkatkan usaha kecil menengah dan koperasi. (Rdt)

























Discussion about this post