BogorOne.co.id | Kota Bogor – Untuk membangkitkan ekonomi, Pemkot Bogor terus menggeber vaksiansi dengan sasaran para pekerja retail. Kali ini, giliran 1.500 karyawan Lippo Plaza Ekalokasari Bogor divaksin covid-19.
Layanan vaksinasi Lippo Plaza Ekalokasari Bogor pada 29 hingga 30 Maret ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin).
Selain itu, ada dukungan tenaga medis vaksinasi dari RS Siloam Hospitals Bogor, dua rumah sakit lainnya dan juga tiga puskesmas yang ada di Kota Bogor. Upaya vaksinasi di mal ini juga sebagai bentuk persiapan menuju bulan Ramadan.
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, pihaknya terus percepat proses penyuntikan vaksin ini agar masyarakat Kota Bogor dapat segera menikmati kondisi yang lebih aman dan nyaman.
Diakui Dedie, hingga saat ini sudah 50 ribu masyarakat dari berbagai ragam profesi yang sudah divaksin. Termasuk di sektor pusat perbelanjaan. Semua itu dikejar hingga masyarakat umum nantinya yang mendapat giliran vaksin.
Diluar itu, Dedie mengucap terima kasih kepada seluruh pengelola mal, termasuk Lippo Ekalokasari Plaza Bogor yang sudah berinisiatif untuk mengajukan diri menjadi lokasi vaksinasi. Hal itu juga untuk memulihkan sektor ekonomi dan perdagangan.
Ke depan kata dia, pihaknya akan melaksanakan (vaksinasi) bukan hanya untuk pegawai retail, tapi juga nanti untuk lansia atau guru bisa disini.
“Jadi sekalian divaksin, sekalian belanja jangan lupa. Supaya ramai mal-nya,” ujarnya menambahkan.
Dilokasi yang sama, Mall Director Lippo Plaza Ekalokasari Bogor, Henky Hiantoro mengatakan pihaknya siap untuk ikut mempromosikan program vaksinasi massal ini. Apalagi tujuannya jelas untuk memutus rantai penularan Covid-19 di Kota Bogor.
“Kami harapkan dengan pelaksanaan vaksin bagi karyawan retail ini merupakan langkah awal untuk dapat memutus rantai penyebaran Covid-19,” urai Henky.
Selain itu, kata dia, program vaksinasi ini bisa mempercepat penanganan Covid-19 dan mendorong pemulihan ekonomi nasional. “Khususnya kebangkitan bisnis retail yang sangat berdampak akibat pandemi yang berlangsung selama lebih dari satu tahun ini,” tandasnya. (*)























Discussion about this post