BogorOne.co.id | Kota Bogor – Dalam rangka Supervision Mission IFAD pada Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) di PPIU Jawa Barat, staf IFAD Country Office akan melaksanakan kunjungan lapang pada 02 Mei sampai 03 Mei 2024 ke Polbangtan Bogor (PPIU Jawa Barat) dan Kabupaten Cianjur.
Kunjungan yang dimaksud bertujuan mempelajari pemanfaatan dan perkembangan pelaksanaan program YESS.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan), Dr. Idha Widi Arsanti mengaku sangat bahagia menerima ibu pricila dan pak hadi dan seluruh tim yang merupakan prtinggi IFAD yang konsern melihat perkembangan YESS di indonesia dan untuk persiapan, karena kami ingin ada scale up dari program YESS untuk beberapa lokasi lain mulai dari 2025-2028.
Progres yess cukup bagus. Saat ini kurleb sudah mencalai 70-80 persen target. Dari anggaran yg realisasi sudah 60 prsen semoga di 1 tahun sebelum berakhir ini kita bisa mencapai 80 persen
“Dari capaian ini kami akan terus lanjutkan terutama pada ebebrapa poin yang belum sampai target. Kami akan bekerja keras supaya mencapai target,” ungkapnya, Kamis 2 Mei 2024.
Lanjut Idha, sehingga di tahun 2025 ketika program YESS ini selesai bisa mencapai target. Misalnya dengan meningkatkan jumlah penerima manfaat, jumlah petani milenial, target kita dampai 2025 adalah 220 ribu saat ini baru 190 ribu masih ada 30 ribu.
Ia menjelaskan, langkahnya dengan melakukan koordinasi intensif. Melibatkan kerjasama dengan banyak pihak, sehingga lebih banyak anak muda berganbung ke program YESS.
“Karena si program yess kami memberikan beberapa fasilitas dan kegiatan yang sangat berguna bagi pengembangan bisnis mereka,” kata Idha.
Sementara Head of MCO and Country Director IFAD Hanu Abdelkader mengatakan, datang dalam kunjungan kerja untuk berkontribusi lebih jauh. Kami sudah beberapa kali mengadakan meeting di jakarta dan mempelajari projek juga perkembangan presentasi ke arah yang tepat.
“Sekarang kami turun kelapangan untuk bertemu dengan stakeholder dan rekan kerja di jawa barat dan area area lain,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan, tiap tahun kami datang dan berinteraksi langsung dan bekerjasama, memonitor dengan rekan kerja dan pihak terlibat didalam satu tim. Kami juga mensupport serta merencanakan peningkatan program yang saat ini masih di 5 provinsi dengan budget 50 juta dolar.
Dan akan merambah ke provinsi lain setelah dokumentasi siap pada akhir tahun dan di awal tahun depan,” jelasnya.
“Ini adalah kali pertama datang ke Indonesia dan kagum akan respon tim Indonesia dan atas support team work lainnya terima kasih telah menerima kami,” ucap Lead Procurement Advisor IFAD Priscilla Torres. (Yud)
























Discussion about this post