BogorOne.co.id | Kota Bogor – Digadang-gadang bakal berduet sebagai pasangan salah satu calon Wali Kota Bogor pada Pilkada 2024, nama Denny Mulyadi dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Bogor terdengar muncul di tengah masyarakat.
Kabar tersebut dikaitkan dengan banyak bermunculannya papan iklan atau baliho Denny Mulyadi di sejumlah titik Kota Bogor.
Munculnya kandidat dari unsur ASN sebagai pasangan calon kepala daerah dinilai bisa memberikan pengaruh signifikan dalam kriteria elektoral dan dalam hal ini, untuk menutupi atau melengkapi kelemahan calon walikota.
Idealnya, posisi wakil walikota memenuhi kriteria pemerintahan yaitu mempunyai pengetahuan, pemahaman, kemampuan dan pengalaman dalam mengelola pemerintahan.
Berlatarbelakang dari kalangan birokrat, Denny Mulyadi menjadi ASN atau PNS di Kota Bogor sejak tahun 1997 sebagai staf bagian perekonomian Ekonomi pada Sekretariat Daerah Kota Bogor.
Kemudian menjadi Sekretaris pribadi Wali Kota Bogor Iswara Natagera periode 1998 sd 2003 dan dilanjut sebagai Sekertaris Walikota Bogor, Diani Budiarto periode 2004 s.d 2009.
Track record jabatan yang pernah diemban Ketua Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kota Bogor ini tak hanya itu. Pria yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) juga pernah menjabat sebagai Kasi Pengendalian pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Bogor.
Kemudian mendapat promosi menjadi Kepala Bagian Pengendalian Program Asisten Pembangunan Sekretariat Kota Bogor.
Di instansi ini, Denny berinovasi dengan membuat aplikasi LPSE secara elektronik dan berhasil membuat kemudahan dalam pengadaan barang dan jasa di bagian pengendalian program sekretariat Daerah Kota Bogor.
Berhasil dalam membuat perubahan tahun 2012 Denny Mulyadi kembali mendapat promosi jabatan menjadi eselon 2 sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Bogor (Dispenda).
Bertugas menangani Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya sektor pajak, banyak tantangan yang harus diselesaikan oleh Denny Mulyadi, diantaranya meminimalisir kebocoran setoran pajak daerah baik dari sisi petugas pajak daerah maupun dari sisi wajib pajak dalam menyetorkan pajaknya dimana pelaporan pajak daerah masih dilakukan secara manual.
Menjawab tantangan tersebut Denny melakukan inovasi pelayanan dan pengelolaan pajak secara elektronik yaitu membuat Aplikasi Sistem Informasi Pajak Daerah (SIPDEH).
Dengan aplikasi SIPDEH proses administrasi pengelolaan pajak jadi lebih sederhana dan banyak memotong birokrasi dalam pengelolaan pajak daerah. Bahkan wajib pajak dalam membuat laporan dan pembayaran pajak tidak harus datang ke kantor Dispenda.
Dengan aplikasi SIPDEH, melaporkan pajak dapat dilakukan dimana saja, begitu pun dalam membayar pajak dapat disetorkan melalui bank yang bekerjasama dengan Dispenda Kota Bogor.
Terobosan itu membuat wajib pajak lebih mudah dalam menyelesaikan kewajiban perpajakan. Cara ini juga mengindari pertemuan antara petugas pajak dengan wajib pajak.
Selain membangun SIPDEH di 2014, terobosan lainnya yaitu melakukan pengawasan dengan memasang alat elektronik fiskal berupa taping box pada objek pajak restoran, hotel, parkir. Dipasangnya alat fiskal tersebut trend pendapatan pajak daerah Kota Bogor dari tahun ke tahun naik secara signifikan.
Untuk melengkapi sarana prasara pelayanan pajak daerah Denny Mulyadi juga membuat perencanaan pembangunan gedung Dispenda yang representativ yang saat ini memiliki 6 lantai. Gedung Dispenda itu kemudian berganti nama menjadi gedung Badan Pendapatan Daerah Kota Bogor. (*)
























Discussion about this post