BogorOne.co.id | Jakarta – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memulai tahap sosialisasi selama 30 hari dalam rangka mewujudkan Indonesia bebas kendaraan over dimension and over loading (ODOL). Sosialisasi ini menjadi bagian awal dari pelaksanaan rencana aksi nasional menuju zero ODOL.
Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, mengatakan sosialisasi ini merupakan fase krusial dalam pelaksanaan program tersebut.
“Merupakan fase krusial dalam pelaksanaan rencana aksi menuju zero over dimension and over loading yang telah dirancang secara menyeluruh,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (1/6/2026).
Fokus sosialisasi mencakup pemutakhiran data intelijen lalu lintas, khususnya data kepemilikan kendaraan yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan dimensi di seluruh wilayah Indonesia. Kegiatan ini juga menekankan pendekatan persuasif, seperti penyampaian informasi, imbauan, dan edukasi langsung kepada pengemudi dan pemilik kendaraan.
“Diharapkan, para pemilik kendaraan dapat melakukan normalisasi terhadap kendaraannya yang tidak sesuai ketentuan atau tidak mengoperasionalkan kendaraan tersebut guna mendukung keselamatan dan ketertiban berlalu lintas,” kata Agus.
Sosialisasi ini juga dimaksudkan untuk membangun pemahaman bersama serta mendorong partisipasi aktif masyarakat, terutama pelaku usaha transportasi, dalam mendukung sistem transportasi yang aman dan berkelanjutan.
Menurut Agus, program menuju Indonesia zero ODOL bukan semata upaya penegakan hukum, melainkan gerakan bersama untuk menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas nasional.























Discussion about this post