BogorOne.co.id | Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) memastikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp600.000 akan segera dicairkan. Bantuan ini ditujukan bagi 17,3 juta pekerja dan guru honorer di seluruh Indonesia.
Kepala Biro Humas Kemenaker, Sunardi Manampiar Sinaga, menyampaikan bahwa proses pencairan saat ini sudah memasuki tahap finalisasi. Ia meminta para pekerja bersabar dan menyebut program ini sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada tenaga kerja.
“Dalam waktu dekat akan diberikan. Kami mohon teman-teman pekerja bersabar. Ini bentuk perhatian pemerintah kepada pekerja,” ujar Sunardi dikutip dari beritasatu.com, Minggu (22/6/2025).
Sunardi menjelaskan, keterlambatan penyaluran BSU terjadi akibat proses pemadanan dan validasi data. Namun, seluruh tahapan itu kini telah rampung. BSU diberikan sebesar Rp300.000 per bulan untuk dua bulan sekaligus (Juni–Juli 2025), dengan total bantuan Rp600.000 per penerima.
Program ini berada di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dengan data penerima berasal dari BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja aktif dan dari Kemendikdasmen untuk guru honorer serta tenaga pendidik PAUD.
“Dari target 17 juta, yang sudah masuk dan terverifikasi sekitar 4 juta orang. Kami fokus ke pekerja, sedangkan guru honorer dan PAUD dikoordinasikan oleh Kemendikdasmen,” kata Sunardi.
BSU tahun ini diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 5 Tahun 2025, yang merevisi Permenaker Nomor 10 Tahun 2022. Adapun syarat penerima BSU meliputi warga negara Indonesia, memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK), terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan hingga April 2025, dan memiliki gaji maksimal Rp3,5 juta per bulan.
Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp10,72 triliun untuk program ini sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi nasional guna menjaga daya beli masyarakat serta mendukung stabilitas ekonomi di tengah masa transisi pertengahan tahun.
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post