BogorOne.co.id | Jakarta – Harga emas turun, Rabu (25/6/2025) setelah diumumkannya gencatan senjata antara Israel dan Iran. Penurunan tensi geopolitik tersebut menekan permintaan terhadap aset safe haven, sehingga mendorong harga emas jatuh ke level terendah dalam lebih dari dua pekan.
Mengutip Reuters, harga emas spot turun 1,4 persen menjadi US$ 3.319,96 per troi ons. Kontrak berjangka emas Amerika Serikat juga melemah 1,8 persen ke posisi US$ 3.333,9 per troi ons.
Analis logam senior Zaner Metals, Peter Grant, menyebut bahwa berkurangnya ketegangan di Timur Tengah menjadi faktor utama yang melemahkan daya tarik emas.
“Permintaan safe haven melemah dan pasar cenderung masuk ke mode risk-on,” ujarnya.
Menurut Grant, harga emas saat ini memiliki level dukungan di kisaran US$ 3.300 dan lebih kuat di US$ 3.250 per ons. Meski demikian, ia menambahkan bahwa ketidakpastian atas keberlangsungan gencatan senjata berpotensi membatasi pelemahan harga lebih lanjut.
Di sisi lain, pasar saham global mencatatkan kenaikan dan dolar AS melemah pascapengumuman gencatan senjata.
Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,8 persen ke US$ 35,83 per troi ons, menyentuh level terendah sejak 5 Juni 2025. Platinum naik 1,6 persen ke US$ 1.314,91 per troi ons, sementara paladium turun 1,5 persen ke US$ 1.061,90 per troi ons.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post