BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Kebijakan hemat energi yang diterapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mencatatkan hasil signifikan dengan capaian penghematan hingga 46 persen. Kebijakan tersebut dinilai efektif setelah disesuaikan dengan pola kerja aparatur sipil negara (ASN) melalui skema work from home (WFH), pembatasan kendaraan dinas, hingga sistem berbagi tumpangan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengatakan langkah efisiensi ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah pusat terkait penghematan energi yang kemudian diterapkan secara teknis di daerah.
“Jumat kami tetapkan WFH karena pelayanan relatif melandai. Lalu Rabu tidak menggunakan kendaraan roda empat untuk menekan konsumsi BBM,” kata Ajat, Selasa, 12 Mei 2026.
Selain itu, pada hari Senin hingga Rabu, ASN didorong menerapkan sistem carpool atau berbagi kendaraan untuk mengurangi penggunaan mobil pribadi secara individu. Skema ini, menurut dia, mulai menjadi kebiasaan baru di lingkungan Pemkab Bogor.
Dari hasil evaluasi penggunaan energi, termasuk listrik dan bahan bakar minyak, pemerintah daerah mencatat adanya penurunan signifikan dibanding periode sebelum kebijakan diberlakukan. Temuan itu diperkuat melalui survei terhadap 1.650 ASN.
“Secara keseluruhan efisiensinya mencapai 46 persen, ini cukup efektif dari sisi penghematan energi,” ujarnya.
Meski demikian, Pemkab Bogor menegaskan pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama. Sejumlah layanan darurat seperti BPBD, Damkar, dan rumah sakit tetap beroperasi penuh tanpa mengikuti skema WFH.
Ajat menambahkan, fleksibilitas kerja tetap diterapkan jika situasi menuntut kehadiran ASN di lapangan, termasuk pada akhir pekan.
“Kalau memang dibutuhkan, kita tetap harus hadir. Pelayanan masyarakat tetap yang utama,” kata dia.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post