BogorOne.co.id | Kota Bogor – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor akan melaksanakan Sensus Ekonomi pada tahun 2026 mendatang. Kegiatan ini merupakan bagian dari sensus yang dilaksanakan secara serentak di Indonesia sesuai amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.
Kepala BPS Kota Bogor, Raden Gandari Adianti Aju Fatimah, menyampaikan rencana tersebut saat bertemu Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, di Balai Kota Bogor, Senin (14/7/2025).
“Sensus ekonomi bertujuan untuk mengetahui direktori seluruh usaha, mulai dari yang terkecil hingga terbesar, termasuk struktur karakteristik usaha, jumlah omzet, dan ekonomi digital,” kata Gandari.
Dalam persiapan sensus, BPS Kota Bogor telah berkoordinasi dengan Disparbud, Dinkukmdagin, dan KADIN Kota Bogor. Selain itu, saat ini sedang dilakukan pelatihan bagi 245 petugas sensus ekonomi.
Gandari juga menyebutkan, pada Agustus 2025 akan dilakukan pemutakhiran batas-batas peta di 3.644 RT di Kota Bogor beserta muatan ekonominya, guna menjadi pedoman bagi petugas sensus.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengapresiasi dan mendukung penuh pelaksanaan sensus ekonomi. Ia berharap hasil sensus dapat dibagikan kepada Pemerintah Kota Bogor untuk mendukung perumusan kebijakan.
“Semoga ini menjadi basic data yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan. Data yang akurat sangat penting agar intervensi bisa tepat sasaran, baik dari sisi target, kebijakan, orang, maupun angka,” ujar Dedie.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post