BogorOne.co.id | Jakarta – Menjelang lebaran, salah satu hal yang pasti selalu disiapkan adalah ketupat. Makanan unik yang satu ini seolah sangat erat kaitannya dengan lebaran.
Tahukah bagaimana sejarahnya ketupat bisa jadi makanan khas lebaran dan sejak kapan makanan ini mulai dikenal? Yuk, kenali makna ketupat yang merangkum dari berbagai sumber.
Ketupat berasal dari kata “Kupat” yang bisa memiliki arti ganda yakni ngaku lepat atau mengakui kesalahan dan laku papat atau empat tindakan.
Ketupat diambil dari bahasa Jawa yang artinya ‘Ku’ (ngaku) yang berarti mengakui dan ‘Pat’ (lepat) yang berarti kesalahan.
Sehingga ketupat adalah ngaku lepat atau mengaku bersalah. Tidak hanya itu, ketupat juga diartikan sebagai laku papat yang terdiri dari empat aksi
Empat aksi atau tindakan yang dimaksudkan antara lain: luberan (melimpahi), leburan (melebur dosa), lebaran (pintu ampunan terbuka lebar) dan laburan (menyucikan diri).
Isian beras pada Ketupat dilambangkan sebagai hawa nafsu dan daun kelapa muda atau Janur merupakan singkatan dari jatining nur atau cahaya sejati atau hati nurani.
Jika digabungkan secara keseluruhan maka Ketupat akan memiliki arti manusia yang menahan nafsu dengan mengikuti hati nurani.
Dalam buku Malay Annual, Hermanus Johannes de Graaf, ahli sejarah asal Belanda, menyebutkan bahwa ketupat pertama kali muncul pada masa Kerajaan Demak (abad ke-15 M).
Dalam catatannya, ketupat diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga pertama kali kepada masyarakat umum dalam rangka untuk berdakwah menyebarkan agama Islam ke Tanah Jawa yang sulit di-Islamkan karena masyarakat Jawa sudah punya sistem kepercayaan sendiri yang dikenal sebagai Kejawen.
Untuk membuat ketupat perlu dipilih janur yang berkualitas yaitu yang panjang, tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua. Selain di Indonesia, ketupat juga dijumpai di Malaysia, Singapura dan Brunei.(Ir-v)





























Discussion about this post