BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Jalur lingkar Galuga-Leuwiliang, akses utama menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kabupaten Bogor, menjadi titik rawan tindak kriminal akibat minimnya penerangan dan kondisi jalan yang sepi. Dalam dua bulan terakhir, tercatat lima kasus pembegalan sepeda motor bersenjata tajam terjadi di jalur tersebut.
Kasus terbaru menimpa Muhammad Rifai (20), warga Kampung Cisaeur, Desa Cimanggu, Kecamatan Cibungbulang, pada Senin (18/8/2025) malam. Korban mengalami luka tebas di tangan kanan setelah dipepet pelaku dan dijatuhkan dari motor. Sepeda motor miliknya kemudian dibawa kabur.
“Di sini sering terjadi begal. Apes saja karena kalau malam sepi,” ujar Djunaedi, warga sekitar, Kamis, 21 Agustus 2025.
Kapolsek Cibungbulang, Kompol Muhammad Heri Hermawan, menyampaikan permohonan maaf atas maraknya aksi kejahatan di jalur tersebut. Ia menegaskan, pihaknya tengah memburu para pelaku.
“Saya mengucapkan permohonan maaf kepada warga Bogor, khususnya Cibungbulang, karena (pembegalan) terjadi kembali,” kata Heri.
Menurutnya, kepolisian telah melakukan patroli rutin setiap malam, namun aksi kriminal tetap terjadi.
“Kami berupaya melakukan pencegahan dengan patroli berkesinambungan bersama TNI, Satpol PP, juga warga yang ada di sekitar Galuga,” ujarnya.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post